MAKASSAR CHANNEL – Pemerintah Spanyol akan memblokir telepon promosi yang diterima warga dengan nomor tidak dikenal, atau dengan istilah telepon spam.
Tujuan langkah ini untuk melindungi hak masyarakat dengan menghentikan model bisnis yang mengganggu dan merugikan warga.
Mengutip berita spanishnewstoday, Selasa (13/5/2025), Pemerintah Spanyol akan mengubah Undang-Undang Layanan Pelanggan.
Salah satunya memblokir panggilan pemasaran jarak jauh (telemarketing) ke telepon warga atau tanpa sepengetahuan warga.
Sebelumnya Pemerintah Spanyol memang sudah berjanji untuk memenuhi hak privasi warga ini tiga bulan lalu.
Menggunakan Kode Awal
Berdasarkan perubahan tersebut, perusahaan atau badan usaha yang melakukan telepon promosi, harus menggunakan kode awal pada saat menelepon.
Kode awal tersebut terkoneksi dengan layanan operator telepon. Demikian ketika ada panggilan komersial yang tidak menggunakan kode, akan terblokir di operator.
“Akan ada awalan untuk mengidentifikasi semua panggilan komersial, panggilan yang tidak memiliki kode akan diblokir,” jelas Menteri Hak Sosial, Pablo Bustinduy.
Bustinduy menambahkan ketika seseorang menelepon dengan kode awal yang ditetapkan, maka panggilan tersebut akan muncul sebagai panggilan komersial. Operator akan meneruskan panggilan itu.
Penomoran Telepon
Langkah tersebut dapat secara drastis mengurangi jumlah panggilan spam yang masuk telepon warga rata-rata setiap hari.
Hal ini sesuai dengan rencana Pemerintah Spanyol yang melakukan pembaruan penomoran telepon secara nasional.
Dalam amandemen aturan, Pemerintah Spanyol juga menyatakan perjanjian-perjanjian baik transparan maupun terselubung sebelumnya, batal demi hukum.
Transparansi Biaya Tambahan
Selain itu, berdasarkan Undang-Undang Umum untuk Pembelaan Konsumen dan Pengguna, perusahaan kini wajib transparan mencantumkan semua biaya.
Jika membeli sesuatu produk seperti tiket konser atau perjalanan, biasanya ada ‘biaya pengelolaan’ atau ‘biaya layanan’.
Biaya-biaya ekstra ini biasanya baru tercantum di bagian akhir, atau nanti tercantum pada proses akhir transaksi, saat hendak melakukan pembayaran.
Ke depannya, Pemerintah Spanyol mewajibkan biaya tambahan dan proses transaksi, harus menyertakannya di muka atau melalui dalam harga yang diiklankan.
Hapus Pembaruan Otomatis
Pemerintah Spanyol juga menghapus model perjanjian langganan produk atau jasa layanan secara otomatis.
Misalnya, ketika konsumen berlangganan layanan hiburan, biasanya dengan pembaruan otomatis. Ketika tiba jatuh tempo, konsumen tak tahu atau tak menyadari, sudah terjadi perpanjangan otomatis, dengan debit pembayaran otomatis.
Pada perubahan undang-undang ini, penyedia layanan harus memberi tahu pelanggan 15 hari sebelum tanggal jatuh tempo. Hal ini untuk memberi pelanggan cukup waktu untuk melanjutkan atau membatalkan. ***













