MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Faizah Muthahharah Tri Putri, siswi Enrekang juara 1 Pantun Karmina Pelajar se ASEAN di TMII, Sabtu (21/12/2024).
Siswi SDIT Al-Furqan Enrekang itu juara 1 Pantun Karmina Pelajar se-ASEAN pada Festival Pantun Nusantara Tahun 2024.
Selain Faizah, murid MTs Pondok Pesantren Darul Falah Enrekang, Maritza Rubiahputri Rahmani meraih juara Harapan1 tingkat SMP.
Sedangkan Muhammad Ghulam Mukhbit, murid SMAN 2 Enrekang, meraih Juara Harapan 2 kategori SMA.
“Alhamdulillah, kami dari Enrekang bisa harumkan nama Sulawesi Selatan,” kata Fatmawati, guru SMAN 2 Enrekang, Kamis (26/12/2024) melalui WhataApp.
Fatmawati adalah mentor Karmina Pelajar se-ASEAN pada ajang Festival Pantun Nusantara Tahun 2024.
“Saya selaku mentor menghasilkan buku dengan penulis terbanyak, yakni 1.700 orang. Ini pencapaian rekor MURI untuk buku Karmina ASEAN,” jelas Fatmawati.
Penggerak Karmina Pelajar
Atas keberhasilan itu, Fatmawati mendapat penghargaan sebagai Penggerak Karmina Pelajar Tingkat ASEAN dari Peruas.
Festival ini diikuti 400 peserta dari negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Indonesia sebagai tuan rumah.
Karmina atau pantun kilat merupakan salah satu bentuk puisi lama Melayu. Pantun ini hanya terdiri dari dua baris. Disebut pantun kilat karena setiap barisnya singkat.
Fatmawati juga dapat Penghargaan dan Medali Guru Penggerak Pantun Tingkat ASEAN 2024. Tahun lalu, dia juga mendapat Penghargaan Guru Penggerak Syair tingkat ASEAN 2023.
Dia menjelaskan, ada empat yang lolos mentor Pantun Karmina pelajar tingkat ASEAN dari Sulsel.
Yakni; Sitti Marhani Tahir dari SMAN 3 Luwu, Nurhidayah dari SMAN 11 Gowa, dan Marwati Mustari, pensiunan SMAN 1 Selayar.
Juara 4 Syair Tingkat ASEAN
Tahun lalu, Fatmawati membawa siswa hingga berhasil mendapat Juara 4 Syair tingkat ASEAN.
Siswa tersebut adalah Fadhal Muhammad Eka Putra, yang merupakan Santriwan SMP Pondok Pesantren Darul Falah Enrekang.
Dia menjelaskan juga bahwa SMAN negeri 2 Enrekang, masuk 10 besar peserta terbanyak menulis pantun se-ASEAN.
Sehingga Kepala SMA Negeri 2 Enrekang, Sukayonp SPd MPd mendapat penghargaan sebagai Penggerak Karmina.
Pondok Pesantren Darul Falah Enrekang juga masuk 10 besar terbanyak peserta pantun Pelajar Karmina tingkatan SMP. Direkturnya pun, Bahrun Sindang MHum, mendapat Piagam Penghargaan sebagai Penggerak Karmina.
Wakili Sulawesi
Kabupaten Enrekang mewakili Sulawesi, baik Sulsel, Sulut, Sulbar, Sultra, dan Gorontalo, memborong juara setiap tingkatan, tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Ini berkat kegigihan saya membimbing peserta sebanyak 52 orang dengan mengurasi karya-karya mereka agar menjadi lebih apik,” klaim Fatmawati.
Dia membeberkan rahasia suksesnya yang tak lepas dari cara menulis pantun Karmina, pola dan makna setiap larik dari kata-kata yang digunakan.
Kelebihan anak-anak bimbingannya karena mereka menulis dengan tema yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari terkait agama, adab, akhlak dan cita-cita mereka.
Mereka menggunakan rima penuh, yakni dua akhir huruf setiap kata menggunakan bunyi yang sama.
Respons Menteri Kebudayaan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Ganjar Selaki menghadiri festival tingkat ASEAN tersebut.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya mengaku bangga karena buku Antologi Karmina Dewasa dan buku Antologi Karmina Pelajar tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai buku antologi pantun dengan penulis terbanyak.
Sedikitnya 1.400 orang penulis berkontribusi untuk buku Karmina Pelajar Tingkat ASEAN dan untuk buku Karmina ASEAN jenis umum diikuti 1.7000 orang.
Hadir pula dalam acara ini beberapa rektor perguruan tinggi, salah satunya Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), presiden penyair Sutardji Calzoum Bachri, dan penyair dari Malaysia, Rusli Bachir AN.
Sebelum acara puncak penganugerahan, dalam kegiatan ini juga ditampilkan hiburan dan acara parade pantun Nusantara. (***)













