BERITA TERKINIEDUKASI

Silaturahmi Virtual Alumni SMPN Bontotiro

×

Silaturahmi Virtual Alumni SMPN Bontotiro

Sebarkan artikel ini

Kendati demikian, di mengingatkan bahwa itu bisa menjadi salah satu fitnah terbesar jika tidak bijaksana memanfaatkannya. Seperti penggunaan HP dalam bermedia sosial misalnya.

“Waspada itu salah satu keutamaan dalam agama kita. Jangan terbiasa langsung menshare berita yang tidak jelas kebenarannya. Dalam ajaran agama kita pun, diperingatkan agar tidak melakukan sesuatu yang kita tidak punya pengetahuan di dalamnya. Pendengaran dan penglihatan akan diminta pertanggungjawaban,” kata Yusdar mengingatkan.

Cobalah memulai segalanya dengan analisa baik sangka, sehingga akan menghasilkan persepsi baik. Bersihkan jiwa. Jangan memulai dengan buruk sangka. Jangan langsung apriori sehingga tidak objektif melihat sesuatu. Olah jiwa agar terjalin hubungan yang baik.

Berita Terkait :
Peduli Covid-19, Komunitas SIKAMASEANG Bontobahari Bulukumba Berbagi Sembako

“Minimalisir, eliminasi kesalahan kepada teman-teman. Pascasilaturahmi semuanya ikhlas. Jabat tangan hanya sekadar simbol. Yang terpenting adalah, ada ketulusan hati masing-masing. Terbiasalah menjaga hati agar tidak berburuk sangka,” katanya.

Usai tauziah, dilanjutkan berbagi kisah yang diawali oleh angkatan paling senior yang ikut silaturahmi virtual ini. Nurdin Radja, angkatan 1971 mengawali kisah jalan kakinya setiap hari selama tiga tahun dengan segala suka-dukanya.

Disusul Busthan Azikin, Harlina Sahib, Andi Akbar, Saleh Rais, Nurdin Rahman, Nurtati Rahman, Rosnawintang, Abdul Muin Isra, Lina, Ratnawati, Rajamuddin, Andi Kadir, Idham Umar, Amrullah Mustari, Jusniati, Hasanuddin, Haerul, Intan Alsas, Ranti Rajamang.

Masih banyak alumni yang ikut ambil bagian, namun sudah tidak sempat memberi testimoni dengan beragam penyebab. Pertemuan virtual yang dikemas sederhana ini berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 23.20 Wita. Silaturahmi diakhiri doa bersama yang dipandu Amrullah Mustari, angkatan 1979. (bas)

Tinggalkan Balasan