BERITA TERKINIINTERNASIONAL

Serangan Udara Israel di Gaza, 20 Orang Tewas

×

Serangan Udara Israel di Gaza, 20 Orang Tewas

Sebarkan artikel ini
Serangan Udara Israel di Gaza, 20 Orang Tewas yang dilancarkan ke kamp pengungsi di utara Gaza Rabu (8/7/2025) dini hari
Upaya penyelamatan warga Gaza di kamp pengungsi setelah serangan bom udara Israel. (Foto: Tangkapan layar Youtube Al Jazeera)

MAKASSARCHANNEL – Serangan udara Israel, Rabu (9/7/2025) dini hari menghantam sebuah kamp pengungsi di utara Gaza, Palestina.

Otoritas pertahanan sipil di Gaza menginformasikan bom udara ini menewaskan 20 orang, termasuk sedikitnya enam anak.

Mengutip The Guardian, juru bicara otoritas sipil Mahmud Bassal, mengatakan serangan pertama menghantam tenda yang menampung orang-orang terlantar di Khan Younis .

Kemudian menyusul serangan kedua juga menghantam sebuah kamp pengungsi tak jauh dari serangan pertama.

Di tempat lain, pejabat medis, pekerja kemanusiaan, dan dokter di Gaza mengatakan mereka kewalahan menangani korban serangan Israel.

Mereka menangani korban yang terluka oleh tembakan Israel terhadap warga Palestina yang mencari bantuan.

Tertembak di Lokasi Bantuan

Sementara di bagian lain, The Guardian melaporkan, para dokter menggambarkan banyak korban yang mereka tangani.

Di antaranya tertembak saat mereka mencoba mencapai lokasi distribusi bantuan yang dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF).

Seperti pemberitaan Makassarchannel sebelumnya, GHF (Gaza Humanitarian Foundation) adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang didukung Amerika Serikat dan Israel.

Ada masalah pembagian makanan pada akhir Mei lalu. Yayasan ini kemungkinan mencampur obat-obat berbahaya ke dalam paket bantuan tepung.

Ini diketahui setelah penerima bantuan menemukan tablet anti nyeri di dalam kemasan bantuan pangan dari GHF.

Pusat Distribusi Bantuan Makanan

Para dokter menggambarkan kadang hanya dalam waktu setengah jam, mereka menerima lebih dari 100 hingga 150 kasus pasien. Mulai dari cedera parah hingga kemudian meninggal.

”Sekitar 95 persen cedera dan meninggal rata-rata berupaya ke pusat distribusi makanan – yang dengan sebutan sebagai ‘pusat penyaluran makanan Amerika’,” kata Dr Mohammed Saqr, Direktur Keperawatan di Kompleks Medis Nasser Gaza di Khan Younis. ***

Tinggalkan Balasan