Setiap kali sebelum siaran, Arwinny Puspita dan Produsen Program, Bahtiar, kerap melakukan observasi lapangan, terutama jika siaran outdoor. Acara ini dikemas ringan, diselingi lagu yang dibawakan tetamu dengan iringan Mulyono Dg Tunru.
Tamu-tamu Beranda Pak RT, tak hanya bicara tentang program kebersihan kota, juga tentang urban farming, penanganan masalah sosial berbasis masyarakat, UMKM, dan pendidikan politik pada akar rumput ketika menjelang pemilukada. Tamunya terdiri dari Ketua RT/RW, Lurah, Camat, pelaku UMKM, Bhabinkamtibmas, atau narasumber yang relevan dengan topik bahasan.
Berita Terkait :
Pascasarjana UIT Bersama RRI Makassar Laksanakan Dialog Kebangsaan
“Sayang, acara ini vakum sejak diberlakukan pembatasan sosial saat PSBB, Maret 2020 lalu,” kata Rusdin Tompo, yang belum lama diberi amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) Radio Republik Indonesia (RRI).
Kepala RRI Makassar, Muhammad Lahar Rudiyarso, dalam sambutannya sebelum Penyulutan Obor Tri Prasetya RRI, mengatakan, suatu kebanggaan bagi angkasawan dan angkasawati RRI mampu terus mengudara menjaga NKRI.
Dalam usia 76 tahun ini, imbuhnya, RRI Makassar akan menambah konten-konten siaran yang semakin bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi saat pandemi Covid-19 ini, RRI dituntut memberi informasi yang dapat membantu memulihkan kondisi masyarakat.
Penyulutan Obor Tri Prasetya RRI merupakan prosesi rutin pada setiap peringatan Hari Radio, 11 September. Tahun ini, peringatan 76 tahun RRI bertema Tangguh, Tumbuh Sehat dan Kuat, Suarakan Indonesia.
Hadir dalam acara ini, pejabat struktural lingkup RRI Makassar, angkasawan dan angkasawati RRI Makassar, mantan penyiar, dan fans yang tergabung dalam FKP. Juga hadir tiga mantan Kepsta RRI Makassar, yakni La Sirama, Maladi Amin, dan Sofrani Razak. (har)













