BERITA TERKINIRAGAM INFO

Ramma Trail Run 2025, Ajang Menaklukkan Tantangan dan Keindahan Kaki Gunung Bawakaraeng

×

Ramma Trail Run 2025, Ajang Menaklukkan Tantangan dan Keindahan Kaki Gunung Bawakaraeng

Sebarkan artikel ini
Ramma Trail Run 2025, Ajang Menaklukkan Tantangan dan Keindahan Kaki Gunung Bawakaraeng yang akan diselenggaran 12 Oktober 2025
Ilustrasi dan QR Code pendaftaran (Foto: Dok Panitia Ramma Trail Run 2025)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Komunitas pencinta alam dan olahraga Tapak Cerita akan menggelar Ramma Trail Run 2025 pada 12 Oktober 2025 mendatang.

Even bagi penyuka petualang yang siap menjelajahi tantangan dan menikmati keindahan eksotis di lerang Gunung Bawakarang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Ramma Trail Run 2025 akan digelar di Lembah Ramma dan Danau Slank atau juga dikenal dengan nama Danau Kupu-kupu.

Dua destinasi wisata alam di kaki Gunung Bawakareng. Kedua tempat ini berada di Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini mengusung tema “Chase the wild” Takklukan Alam, Taklukkan Diri.

Penyelenggara mengajak para pelari serius maupun pelari santai. Peserta menikmati keindahan dan menaklukkan tantangan lembah di ketinggian rata-rata 1.800 mdpl ini di lereng Bawakareng.

Peserta akan diajak berlari sejauh 12 kilometer menyusuri bukit, sungai, hutan, dan view yang keren.

Bagaimana Cara Mendaftar?

Pelaksana kegiatan ini telah membuka pendaftaran secara online dengan kuota peserta yang terbatas.

Pendaftar dapat mengisi registrasi melalui link https://bit.ly/RammaTrailRun2025 atau melalui scan QR Code (open registrastion) yang ada di pojok kiri bawah gambar berita ini.

Pendaftaran dibuka mulai 1-30 Agustus 2025 dengan kuota 300 peserta.

Pelestarian Alam dan Gaya Hidup Sehat

Ketua Panitia Pelaksana Waldy Saputra mengatakan selain menjadi ajang sport tourism, kegiatan ini juga memperkenalkan pelestarian alam dan gaya hidup sehat.

Selain itu memperkenalkan keindahan alam Sulawesi Selatan, Khususnya Lembah Ramma.

“Ramma Trail Run bukan sekadar lomba lari, tapi juga pengalaman menyatu dengan alam. Kami ingin para peserta pulang membawa lebih dari sekadar medali, tapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” jelas Waldy.

Tapak Cerita, penyelenggara kegiatan ini adalah komunitas penggiat olahraga terbuka.

Komunitas ini telah menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif, kompetitif, dan konservasi sejak 2024. ***

Tinggalkan Balasan