BERITA TERKINIEKBIS

Qatar Airways Rute Doha–Denpasar Mendarat Di Mandai

×

Qatar Airways Rute Doha–Denpasar Mendarat Di Mandai

Sebarkan artikel ini
Pesawat Qatar Airways rute Doha–Denpasar mendarat di Mandai Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (8/1/2026) karena cuaca buruk

MAKASSARCHANNEL, MANDAI MAROS – Pesawat Qatar Airways rute Doha–Denpasar mendarat di Mandai Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (8/1/2026).

Pesawat tujuan Bali itu dialihkan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Mandai, karena cuaca buruk di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali.

PGS Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, membenarkan hal tersebut.

“Penerbangannya dialihkan ke Makassar karena Bandara I Gusti Ngurah Rai saat itu mengalami cuaca ekstrem,” kata Taufan, Jumat (9/1/2026).

Parkir Dua Jam

Pesawat jenis Airbus A350-900 itu mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar pukul 09.40 Wita. Pesawat berada di apron Bandara Sultan Hasanuddin selama dua jam.

“Take-off kembali sekitar pukul 11.25 WITA,” ujar Taufan Yudhistira.

Dia menyebut, jumlah, jumlah penumpang dalam penerbangan sebanyak 275 orang. Selama proses pengalihan, seluruh penumpang tetap berada di dalam pesawat.

“Penumpang tidak turun dari pesawat,” jelas Taufan Yudhistira.

Tidak ada penerbangan lain yang dialihkan ke Bandara Sultan Hasanuddin pada hari yang sama.

Untuk antisipasi cuaca buruk, pihak bandara memastikan seluruh operasional berjalan normal.

“Kami memastikan operasional bandara tetap berjalan dengan baik, termasuk kesiapan fasilitas pendukung agar dapat digunakan secara optimal,” katanya.

BMKG Sultan Hasanuddin

Kepala Kelompok Forecaster BMKG Sultan Hasanuddin, Dofiali Dwi, mengatakan kondisi cuaca di wilayah bandara dalam beberapa waktu terakhir didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

“Visibilitas sempat mencapai minimum sekitar 1 kilometer,” ujarnya.

Menurut Dofiali, kecepatan angin di wilayah bandara juga sempat meningkat.

“Kecepatan angin kemarin mencapai 28 knot atau sekitar 50 kilometer per jam,” jelasnya.

Ia menegaskan, cuaca buruk di Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi faktor utama pengalihan penerbangan Qatar Airways ke Makassar.

“Di Ngurah Rai saat itu terjadi bad weather sehingga pesawat dialihkan untuk mendarat di Makassar,” ujarnya.

BMKG juga memprediksi potensi cuaca buruk masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Untuk tiga hari ke depan, masih berpotensi terjadi hujan hingga lebat,” kata Dofiali.

Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang dan badai petir.

“Semua itu satu kesatuan, karena saat ini memang sedang musim hujan,” tutur Dofiali. ***

Tinggalkan Balasan