BERITA TERKINIINTERNASIONAL

Putin Telepon Netanyahu

×

Putin Telepon Netanyahu

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL, KREMLIN – Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait protes atas dukungan Rusia terhadap Palestina.

Dalam percakapan telepon selama 50 menit itu, Netanyahu menyatakan ketidaksenangannya atas dukungan Kremlin terhadap resolusi gencatan senjata yang telah diveto Amerika Serikat itu.

“Perdana Menteri (Benjamin Netanyahu) menyatakan kekesalannya atas sikap anti-Israel oleh perwakilan Rusia di PBB dan forum lainnya,” demikian pernyataan Kantor PM Netanyahu, seperti dikutip The Times of Israel, Minggu (10/12/2023) waktu setempat.

Dalam pemungutan suara di New York, Jumat (8/12/2023), AS menggunakan hak vetonya membatalkan resolusi yang mendesak gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza Palestina. Draf yang diajukan Uni Emirat Arab dan didukung 13 negara anggota itu terpaksa gagal diadopsi karena hal tersebut.

Dalam percakapan telepon Netanyahu dan Putin, PM Israel itu juga menyampaikan kritik tajam atas hubungan erat Rusia dan Iran.

Sejak agresi Israel di Gaza diluncurkan buntut serbuan Hamas 7 Oktober lalu, Rusia berulang kali mengkritik Israel, termasuk di Dewan Keamanan PBB, karena kekejaman militer Zionis terhadap warga Gaza.

Baca Juga : Serangan Israel Ke Gaza Mengganas, Putin Ke Timur Tengah

Di saat bersamaan, Rusia juga menjadi tuan rumah bagi para pemimpin kelompok Hamas pada Oktober lalu, yang dinilai publik berkaitan dengan hubungan hangatnya dengan Iran. Iran adalah sekutu Hamas.

Rusia dan Iran sementara itu memang dekat, salah satunya terlihat dari drone-drone Iran yang digunakan Rusia untuk berperang dengan Ukraina.

Meski protes, Netanyahu juga menyampaikan apresiasinya kepada Putin mengenai upaya Moskow membebaskan Roni Krivoi, seorang warga berkewarganegaraan ganda Israel-Rusia yang disandera Hamas.

Dia juga mendesak Putin untuk menekan Palang Merah Internasional yang dinilai tak bertindak banyak dalam membebaskan para sandera, demikian dilaporkan The Times of Israel.

Kantor berita Rusia TASS memberitakan, Putin mengatakan kepada Netanyahu bahwa Kremlin menolak terorisme, namun tidak mendukung situasi mengerikan terhadap warga sipil Gaza.

“[Moskow] siap untuk menyediakan semua bantuan yang mungkin untuk meringankan penderitaan warga sipil dan mengurangi konflik,” bunyi pernyataan dari Kremlin seperti dikutip TASS. (bas)

Tinggalkan Balasan