MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan atau Pusjar SKMP LAN gelar webinar bahas peran strategis perempuan dalam birokrasi pemerintahan daerah.
Merayakan lebih dari enam dekade perjalanan Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) menggelar sebuah forum yang tak sekadar menyuarakan data, tapi juga memberi panggung pada kisah pengabdian.
Dalam webinar, Kamis (31/7/2025), bertajuk Meniti Tangga Pengabdian: Kiprah Perempuan ASN Menjadi Pemimpin Daerah yang Inspiratif, mengajak publik menyimak bagaimana birokrasi bisa menjadi ruang aktualisasi perempuan Indonesia.
Forum ini menghadirkan dua sosok perempuan pemimpin daerah yakni; Bupati Sinjai Dra Ratnawati Arif MSi, serta Petronela Krenak Ssos MTr AP, Bupati Sorong Selatan.
Perspektif Dari Timur
Keduanya tidak hanya membawa perspektif dari wilayah timur, tapi juga menegaskan bahwa kompetensi dan ketangguhan tidak mengenal batas geografis.
Dengan kemasan energik MC Anisa M Fathiyah dan moderasi reflektif dari Sudarmi Narwis, webinar ini mencatatkan lebih dari 900 partisipan daring, sebagian besar dari wilayah timur seperti Sinjai, Takalar, Mamuju, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tengah.
Webinar ini berawal dengan paparan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mengungkap bahwa pada akhir 2024, 57 persen ASN di Indonesia adalah perempuan.
Namun, jumlah tersebut sangat kontras dengan representasi perempuan dalam posisi manajerial, yang masih jauh tertinggal dibandingkan laki-laki.
“Inilah mengapa kehadiran dua narasumber kita pagi ini sangat relevan dan penting,” ujar Anisa. “Mereka membuktikan bahwa perempuan tidak hanya mampu menjadi roda birokrasi, tapi juga pengarah haluannya.”
Pemimpin Transformatif
Dalam sambutannya, Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr Muhammad Aswad MSi, mengapresiasi kepada kedua narasumber atas waktu dan dedikasinya.
Ia menyebut kehadiran dua alumni terbaik Pusjar SKMP ini, yang juga merupakan alumni Politeknik STIA LAN Makassar, sebagai representasi nyata dari misi LAN untuk mencetak pemimpin transformatif.
“Apa yang kita lakukan pagi ini akan menjadi inspirasi dan model dalam pengembangan karir ASN Indonesia,” tegas Dr Aswad melalui rilis Humas Pusjar SKMP LAN, Adekamwa.
Dia menambahkan, “Semoga LAN RI terus menjadi organisasi yang Bigger, Smarter, and Better, menjadi pionir dalam membangun birokrasi berkelas dunia.”
Sopir Kendaraan Birokrasi
Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, membuka paparannya dengan pernyataan, “Pemimpin itu seperti sopir kendaraan birokrasi, harus tahu arah, menjaga ritme, dan melayani penumpangnya.”
Bupati Sinjai menegaskan pentingnya membangun kepemimpinan dari pemahaman atas identitas sebagai pelayan publik.
Ia memaparkan keberhasilan pengembangan SDM di Kabupaten Sinjai, dengan dukungan promosi sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi lokal.
Beberapa destinasi unggulan antara lain Pulau Larea-rea di Kepulauan Sembilan serta Taman Purbakala Batu Pake di kawasan Gojeng.
Tempat Good Governance Tumbuh
“Kepemimpinan terbaik lahir dari strategi pembangunan yang melibatkan SDM unggul dan pengelolaan potensi lokal. Di sinilah Good Governance tumbuh,” ujar Ratnawati bersemangat plus senyum simpul.
Baru-baru ini, Bupati Sinjai juga menerima Penghargaan Quick Win dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN atas inovasi daerahnya dalam mempercepat program pemberdayaan keluarga berbasis komunitas.
Tampil elegan dengan busana batik khas Papua, Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak mengisahkan perjalanan panjangnya dari birokrat perempuan Papua hingga menduduki posisi tertinggi di daerahnya.
Ia menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan bagi ASN sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan.
“Saya baru saja menyelesaikan ujian tesis magister saya di Politeknik STIA LAN Makassar pada 22 Juli lalu, yang merupakan bentuk pencapaian pribadi dan komitmen saya untuk tumbuh bersama rakyat,” ungkap Bupati Sorong Selatan tersenyum.
Ia menjelaskan bahwa ASN di Sorong Selatan diwajibkan memiliki inovasi yang dihasilkan dari pelatihan penjenjangan LAN, demi menjamin kualitas pelayanan publik dan efektivitas tata kelola pemerintahan.
“Pendidikan dan inovasi bukan pilihan. Itu keharusan jika kita ingin birokrasi kita relevan,” katanya.
Penghormatan Dan Harapan
Sebagai penutup penuh makna, kedua pemimpin daerah itu menyampaikan penghormatan dan harapan mereka kepada institusi yang telah membentuk perjalanan kepemimpinannya.
Mereka pun menyuarakan satu pesan bersama: “Dirgahayu Lembaga Administrasi Negara ke-68 Tahun. Semoga dengan transformasi menjadi organisasi yang Bigger, Smarter, dan Better, LAN dapat menjadi pionir terdepan dalam pengembangan ASN Indonesia. Jaya selalu Lembaga Administrasi Negara.”
Perjalanan diskusi yang tertata rapi dalam webinar ini tak lepas dari peran moderator, Sudarmi Narwis SE MM yang lugas menjaga alur forum dan menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan di ranah publik bukan lagi pengecualian, melainkan sebuah keniscayaan yang terus menguat.
Sesi webinar ditutup dengan foto bersama seluruh narasumber, moderator, panitia, dan peserta yang hadir secara daring, menjadi penanda kebersamaan untuk terus mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan di birokrasi Indonesia. ***













