BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Propam Polda Sulsel Selidiki Penyebab Kematian Bripda DP

×

Propam Polda Sulsel Selidiki Penyebab Kematian Bripda DP

Sebarkan artikel ini
Bidang Propam Polda Sulsel selidiki penyebab kematian Bripda DP yang diduga dianiaya seniornya. Ada darah keluar dar mulut jenazah

MAKASSARCHANNEL, MAKASSARBidang Propam Polda Sulsel selidiki penyebab kematian Bripda DP yang diduga dianiaya seniornya.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Zulham Effendy menyampaikan itu di halaman RSUD Daya, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu (22/2/2026) siang.

Zulham mengatakan, informasi awal yang ia peroleh, Bripda DP sakit waktu subuh tadi.

“Hasil koordinasi dengan bapak Ditsamapta, dapat laporan pagi, ada kejadian setelah salat subuh. Artinya, ada laporan anggota Ditsamapta Polda Sulsel yang sakit dan dibawa ke rumah sakit,” kata Zulham yang saat itu didampingi Ditsamapta Polda Sulsel Kombes Pol Brury Soekotjo.

Meski demikian, kata Zulham, pihaknya akan menyelidiki pasti penyebab meninggalnya DP, karena ada dugaan dia meninggal akibat tindakan kekerasan seniornya.

Visum Luar Dalam

“Kita Bid Propam mendalami, makanya jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut, baik visum luar maupun visum dalam,” jelasnya.

Perwira tiga melati ini menegaskan, semua prosedur penyelidikan penyebab pasti meninggalnya almarhum akan dilaksanakan secara profesional dan terbuka.

Zulham mengaku akan mengungkap secara terang semua fakta penyelidikan yang nantinya ditemukan.

“InsyaAllah kita akan ungkap kalau memang ada kejadian di luar dari kejadian umum atau mencurigakan, atau kekerasan disitu kita akan luruskan,” kata Zulham.

Darah Dari Mulut

Dugaan Bripda DP (19) meninggal dunia karena dianiaya seniornya dikuatkan oleh adanya darah keluar dari mulut almarhum.

Ayah Bripda DP, Aipda Muhammad Jabir, di RSUD Daya Makassar, mengatakan,” Itulah kita mau tunggu hasilnya karena ada darah keluar di mulut.”

Jika diduga sakit, Jabir mengatakan, kondisi anaknya sehari sebelumnya baik-baik saja.

Pasalnya kata dia, pada waktu antara sahur dan subuh tadi, Bripda DP masih sempat teleponan dengan ibunya.

“Tadi subuh komunikasi sama ibunya, baikji, tidak pernah bilang sakit,” jelasnya.

Adanya darah yang keluar dari mulut juga terlihat di pipi ibunya yang memeluk jenazah Bripda DP di RS Bhayangkara.

Namun demikian, untuk mengetahui penyebab pasti kematian Bripda DP yang baru lulus menjadi Bintara Polri pada 2025 lalu ini, kini jenazahnya telah dibawa ke RS Bhayangkara, Makassar. ***

Tinggalkan Balasan