BERITA TERKINIEDUKASI

Prof Hafied Cangara Luncurkan Buku Komunikasi Lingkungan

×

Prof Hafied Cangara Luncurkan Buku Komunikasi Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Menjawab tuntutan pengembangan Ilmu Komunikasi, Prof Hafied Cangara, meluncurkan Buku Komunikasi Lingkungan. Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin itu bersama koleganya Prof. Alexander. (Foto : Ist/ Zulkarnain Hamson)

MAKASSARCHANNEL.COM – Literatur Ilmu Komunikasi terbaru itu diluncurkan di Aula Sekolah Pascasarjana Prof Dr Ir Fachrudin, Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Senin (9/9/2019). Buku yang diawali penulisannya tahun 2004 itu, mengulas penanganan kasus-kasus lingkungan melalui strategi komunikasi.

Buku yang diterbitkan Prenamedia Group, divisi kencana, Jakarta. Edisi tahun 2004, ini menjadi rujukan banyak pengamat lingkungan di dunia, sehingga diterbitkan lagi dengan edisi baru.

Buku ini diinspirasi oleh proyek perikanan dan air di Solo, Jawa Tengah dan di Sulawesi Selatan, yang dikerjakan Prof. Alexander. Proyek itu menyimpulkan ada tiga hal yang penting mempengaruhi sistem kehidupan, di antaranya air.

Buku yang ditulis Prof. Alexander G. Flor, Ph.D. dari University of the Philippines Open University, bersama Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Unhas Prof. Hafied Cangara, Ph.D, itu mengulas tentang materi dan energi yang mengalami proses dari suatu tahap ke tahapan lainnya.

Bagaimana informasi bisa dipertukarkan sehingga kehidupan ini bisa bertahan. Bertukar informasi itu menurut Prof Alexander adalah komunikasi.

Baca Juga :
Tantarayya Ambil Formulir Balon Bupati Bulukumba di PDIP

Pertanyaan tentang bagaimana pertukaran informasi, jika bukan sesama manusia dan apakah lingkungan atau alam juga memberikan informasi? Jawabannya, bisa melalui biosignal, semisal semut yang keluar dari lubang tanah, sebagai pertanda akan datangnya hujan.

Buku ini memberikan banyak informasi tentang pentingnya manusia memahami gejala alam, melalui pesan yang dikirimkan kepada manusia. Seperti dikatakan Prof. Hafied Cangara, pada 1994, saat belajar di Filipina, menemukan sebuah buku yang berbicara tentang komunikasi lingkungan. Hal itulah yang memotivasinya memulai kajian komunikasi lingkungan itu.

Ada beberapa kasus lingkungan, di antaranya Lumpur Lapindo, Pantai Buyat Manado, Kebakaran Hutan Gambut Kalimantan dan Sumatera, Bencana Tsunami Atjeh, Kasus Gempa Tsunami Palu. (har)

Tinggalkan Balasan