“Semua pasti dibangun, saat ini baru ada di Sumatera, dan ada juga di Jawa,” katanya.
Dikatakan pula, produksi lahan pertanian di Maros cukup baik jika dibandingkan daerah lain.
Baca Juga :
Istana Berduka, Ibunda Presiden Jokowi Wafat
Seorang petani, Muhammad Arfah, menyampaikan bahwa saat ini, harga gabah basah berada di kisaran Rp5.200 per kilogram. Sebelumnya harga gabah mencapai Rp5.700 per kilogram.
“Tapi inikan lagi musim panen. Stok gabah mulai banyak, otomatis harganya menurun. Dengan harga segitu, belum bisa menutupi biaya produksi,” jelasnya.
Ia menyebut, produksi tahun ini menurun jika dibandingkan tahun lalu.
“Produksi sebelumnya bagus. Tapi ini kan curah hujan tinggi, sudah dua kali menanam dan kena banjir terus, kerugian jika dinominalkan, bisa mencapai Rp1 juta untuk satu hektarenya,” tutupnya. (mun)













