BERITA TERKINIRAGAM INFO

Potret dan Puisi di Hari Ibu

×

Potret dan Puisi di Hari Ibu

Sebarkan artikel ini

Ibunya, Waode Asniati, 37 tahun, tinggal di Papua. Itu yang membuat Ainun tak bisa menahan tangisnya, ketika ditanya perasaannya menggambar ibunya, sementara ia berada jauh di rantau untuk menuntut ilmu.

Ada sejumlah orang hadir membacakan puisinya dari kalangan dosen maupun mahasiswa, antara lain Dr Ramsiah Tasruddin, Khairil Anwar (mahasiswa Unismuh), dan Supriadi Agustiawan.

Selain itu, hadir pula tokoh aktivis dan mantan anggota DPR RI, Asmin Amin. Lelaki yang gemar mengenakan pakaian berwarna hitam ini, tak cuma membacakan puisi ciptaannya “Sang Penentu”, tapi juga memberikan testimoni, sekaligus sharing quote.

Baca Juga :
Potret dan Puisi di Hari Ibu
https://www.youtube.com/watch?v=5cJc6_2SYVg&t=4s

“Cinta yang sesungguhnya itu adalah rahim. Dan rahim itu ada pada ibu,” kata Asmin.
Malam itu, ibu memang menjadi tema sentral pembacaan puisi dan lagu-lagu yang dinyanyikan.
Lagu “Ibu” dari Iwan Fals dan “Bunda” karya Melly Goeslaw semakin menambah kesyahduan acara.

Rusdin Tompo, yang malam itu memandu acara, juga membacakan puisinya sambil menyanyikan lagu “Ibu”, yang diiringi petikan gitar Irwan dari Etika Studio.

Tinggalkan Balasan