Sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang dilakukan siang hingga sore itu, Nuraeni Amir, merekomendasikan membuat sudut baca dari bahan daur ulang.
Sedangkan Rusdin mendorong guru berproses bersama murid-muridnya. Jadi, bukan hanya murid yang diajak membaca dan melakukan kegiatan kreatif di pojok baca. Tapi, guru-guru juga menulis pengalamannya mengembangkan pojok baca.
“Dari tulisan-tulisan itu bisa berfungsi sebagai laporan, sekaligus bisa dikemas menjadi buku,” papar Rusdin berbagi tips dan trik. (har)














