Rusdin, yang dikenal sebagai aktivis dan penulis itu mengatakan, buku harus dihidupkan dalam imajinasi dan pengalaman riil anak-anak. Buku yang hanya berupa teks dan gambar perlu dibawa dalam konteks sosial anak-anak. Sehingga akan menarik minat anak pada buku dan kegiatan membaca.
Dia mencontohkan beberapa cara kreatif yang bisa dilakukan. Misalnya, mengajak anak membuat kaligrafi atau menulis quote menarik dari bacaannya. Mengajak anak menggambar dari gambar-gambar yang ada di buku, bila ada tugas menggambar.
Baca Juga :
Pimpinan KPK Harap Bantuan FPI Temukan Harun Masiku
“Ini supaya gambar anak tak hanya berupa dua gunung dengan matahari di tengah, serta jalan lurus yang membentang di tengah sawah,” paparnya.
Rusdin melanjutkan, bisa juga dengan mengajak anak bercerita, berdiskusi atau membuat resensi dari apa yang mereka sudah baca. Cara kreatif lain, yakni mempraktikkan apa yang mereka baca, seperti membuat kue dan memasak dari buku resep, membuat kerajinan dan prakarya, mencari jenis tanaman yang ada di buku dan lain-lain.
“Untuk mengetahui buku-buku seperti apa yang diminati, ajak anak ke toko buku lalu minta mereka sendiri memilih buku yang disukai,” kata Rusdin Tompo.














