“Kalau kami, di Sekolah Literasi Indonesia, disarankan memajang buku bergambar yang disesuaikan dengan usia anak,” kata wanita yang akrab disapa Bu Eni itu.
Nuraeni Amir lalu menyarankan supaya buku yang ada di pojok baca tak hanya buku-buku tematik, karena bisa membosankan anak. Mereka akan mengatakan, bacaannya itu-itu saja.
Baca Juga :
Ketua DPR AS Nancy Pelosi Robek Naskah Pidato Presiden Trump
Dia juga menyarankan agar buku-buku yang dipajang mudah terlihat dan dijangkau anak, serta pentingnya pencatatan dan program untuk membangun pembiasaan membaca. Untuk menambah koleksi buku, bisa melalui kegiatan hibah dan wakaf buku, baik oleh siswa dan orangtua atau dari Balai Bahasa Provinsi Sulsel.
Rusdin Tompo berbagi pengalaman sebagai orangtua dalam mendekatkan anak pada buku dan kebiasaan membaca, serta pengalamannya berinteraksi dengan anak-anak di beberapa sekolah.














