MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Sulsel memancang target ambisius, PKS incar 14 kursi DPRD Sulsel pada Pemilu 2029.
Anwar menyampaikan itu saat Musyawarah Wilayah (Muswil) PKS Sulsel di Hotel Claro Makassar, Minggu (24/8/2025).
Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Sulsel, Anwar Faruq, optimistis melalui kerja maksimal seluruh struktur target itu bisa tercapai.
Target Anwar Faruq itu naik 100 persen dari perolehan sekarang yang hanya mengontrol 7 kursi di parlemen Sulsel.
“Untuk kursi di provinsi, sekarang kan 7. Kita tingkatkan menjadi 14,” kata Anwar Faruq.
Dapil Potensial
Wakil Ketua DPRD Makassar itu menambahkan, “Apalagi ada daerah-daerah potensial yang bisa menyumbang dua kursi.”
Anwar menargetkan beberapa daerah pemilihan (dapil) menyumbang dua kursi pada Pemilu mendatang.
Dia merinci, Dapil 1 Makassar A, Dapil 3 Gowa–Takalar, Dapil 6 Maros–Pangkep–Barru–Parepare, Dapil 9 Sidrap–Pinrang–Enrekang, serta Dapil 11 Luwu Raya.
Anwar mengakui, jumlah kursi PKS di DPD Sulsel hanya tujuh. Padahal, pada Pemilu 2019 meraih delapan kursi. Sehingga kehilangan posisi Wakil Ketua DPRD Sulsel.
Target DPR RI
Selain tingkat provinsi, PKS juga menargetkan kenaikan kursi di DPR RI dari dua menjadi empat kursi. Rincian satu kursi di Dapil Sulsel I dan III, serta dua kursi di Sulsel II.
Di level kabupaten/ kota, PKS Sulsel menargetkan perolehan 114 kursi, dua kali lipat dari capaian saat ini yang sebanyak 57 kursi.
“Targetnya 57 kali dua,” kata Anwar.
Muswil PKS Sulsel kali ini juga menjadi awal konsolidasi partai menjelang Pemilu 2029.
Penguatan Struktur
Agenda utama adalah penguatan struktur partai hingga ke akar rumput melalui program kaderisasi dan pemenangan pemilu (K2P).
Sekretaris DPW PKS Sulsel, Kasman, menyebut perekrutan anggota baru dan caleg kompetitif akan menjadi fokus utama.
“Untuk dapil yang banyak kursi, kita punya incumben. Harapannya, bisa merekrut caleg-caleg kompetitif. Alhamdulillah, banyak tokoh masyarakat bergabung,” ungkap Kasman.
Muswil tersebut turut dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. ***













