MAKASSARCHANNEL, MAKALE – PGRI Tana Toraja gelar Konferensi Kabupaten di Hotel Lallangan Makale, Jumat – Sabtu, 24-25 Januari 2025.
Hadir pengurus PGRI Sulsel, termasuk Sekretaris PGRI Sulsel, Dr. Abdi, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua PGRI, Dr. Basri, S.Pd., M.Pd., Ketua Biro Olahraga, Drs. Suriadi, M.Pd., dan Ketua Biro Kominfo, Dr. Muhammad Yahya, M.Si.
Dalam sambutannya, Dr. Basri menyampaikan harapannya agar PGRI di kabupaten dan kota mampu menyesuaikan diri dengan era kekinian. “PGRI bukan hanya sebagai wadah berkumpul dan silaturahmi para guru, tetapi juga menjadi garda terdepan untuk melindungi dan menjaga hak-hak guru,” ungkapnya. Dr. Basri menekankan bahwa PGRI harus hadir ketika guru mendapatkan kriminalisasi saat mendisiplinkan siswanya.
Dr. Basri juga mengingatkan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik siswa. Oleh karena itu, PGRI harus menjadi pionir dalam mengupdate kompetensi guru sebagai tenaga pendidik. “Di era teknologi seperti saat ini, di mana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah diterapkan oleh pemerintah, guru harus beradaptasi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa PGRI harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.
Pada akhir sambutannya, Dr. Basri mengucapkan selamat kepada PGRI Tana Toraja atas terselenggaranya konferensi kabupaten dan berharap dapat memilih kepengurusan untuk masa bakti 2025-2030. Konferensi PGRI Tana Toraja kali ini mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” dan dibuka oleh Kadis Pendidikan Tana Toraja, Andarias Lebang, S.Pd., yang mewakili Bupati Teofilus Allorerung, S.E.
Sebagai informasi tambahan, Ketua PGRI Kabupaten Tana Toraja masa bakti 2019-2024 adalah Drs. Pedi, dan Sekretarisnya adalah Drs. Aminuddin, M.Pd.













