BERITA TERKINIRAGAM INFO

Petugas Haji Diminta Tidak Emosi

×

Petugas Haji Diminta Tidak Emosi

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Urusan Haji dan Umroh minta petugas haji dilarang emosi dalam memberikan pelayanan kepada para jemaah haji
Para petugas haji Indonesia berpose di depan Ka'bah. (Foto: Kemenag/Media Center Haji)

MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh (Dirjen PHU), Hilman Latief meminta seluruh petugas haji agar tidak emosi. Petugas haji harus bisa bekerja sama dan kuat mental.

“Jangan sekali-kali membentak jemaah atau suaranya keras. Layani jemaah dengan baik dan lembut,” kata Hilman Latief saat membuka Orientasi PPIH Arab Saudi Terintegrasi, Tangerang, Cipondoh, Minggu (4/5/2025).

Selain meminta tidak emosi, Hilman juga meminta petugas haji juga menjaga fisik, karena sebagai petugas yang bekerja secara rutin dan menghadapi berbagai masalah harus memiliki Kesehatan fisik yang baik.

“Semoga semua petugas bisa menjalani proses. Kuatkan mental sebagai pelayan jemaah haji,” kata Hilman Latief.

Sementara Direktur Bina Haji dan Umroh Musta’in Ahmad berharap para petugas haji meningkatkan kualitas layanan jemaah haji dan dapat memberikan rekomendasi perbaikan layanan haji di masa mendatang.

Sedangkan Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan agar seluruh petugas bisa bekerja sama secara profesional dan bisa berkoordinasi, berkolaborasi dengan sesama petugas.

”Semua petugas itu sama-sama pelayan. Untuk melayani jemaah, baik dari TNI/Polri, kementerian, ataupun dari kesehatan, harus mencegah hal-hal yang mengganggu kesehatan jemaah,” harap Liliek.

Pesan Menteri Agama

Ketika berada di Mekah bersama para petugas haji, akhir April 2025, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan empat poin pesan kepada petugas haji Indonesia.

Pertama, adalah soal niat yang tulus. Menag menegaskan bahwa setiap langkah harus benar-benar meniatkan karena Allah semata. Semakin baik melayani tamu Allah, insya Allah Tuhan akan membalas dengan kebaikan pula.

Kedua, kekompakan melahirkan kekuatan dan keberkahan. Kalau melihat tugas teman lebih santai, jangan iri, itu mungkin hadiah dari Tuhan. Justru harus bersyukur karena kita mendapat kesempatan lebih untuk berbuat.

Ketiga, pentingnya kedisiplinan karena merupakan bagian dari ibadah yang harus dijaga secara konsisten sejak awal hingga akhir tugas. Jangan hanya semangat di awal lalu mengendur di belakang.

Keempat, menjaga kekompakan batin dan menghindari konflik. Menag meminta agar petugas saling menjaga, tidak saling menjelekkan, dan bijak dalam menerima kritik. ***

Tinggalkan Balasan