MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pustakawan peserta Pelatihan Tendik BBGTK Sulsel belajar kepustakaan di Athirah, Kamis (2/10/2025). Mereka terbagi atas dua kelompok.
Peserta pelatihan Tendik (Tenaga Kependidkan) itu berkunjung di Sekolah Dasar Islam Athirah dan SMA Islam Athirah yang terletak di Jalan Kajaolaliddo Makassar.
Sebagai informasi, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Sekolah, Tenaga Administrasi Sekolah, Pustakawan, dan Laboran Sulsel.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di Karebosi Primier Hotel Makassar itu, dikuti 216 peserta dari seluruh kabupaten dan kota se Sulawesi Selatan.
Kepala SD Islam Athirah Khasan SPd MM dan Kepala SMA Islam Athirah Tawakkal Kahar menerima rombongan peserta pelatihan Tendik BBGTK Sulsel di ruangan berbeda.
Selama kunjungan, peserta mendapat penjelasan umum tentang kiprah sekolah Islam Athirah di Makassar dan Kabupaten Bone.
Khusus pengelolaan perpustakaan, tim literasi sekolah Islam Athirah terhubung langsung dengan perpustakaan dan memiliki schedul khusus ke perpustakaan bagi setiap kelas.
Menulis Buku
Siswa juga mendapat bimbingan menulis buku antologi yang merupakan program berkesinambungan di sekolah tersebut.
Setiap siswa wajib menulis karya ilmiah. Bahkan, sekolah mendatangkan dosen dari sejumlah perguruan tinggi untuk membimbing mereka sekaligus memandu jadi mahasiswa.
Hasilnya, sudah terbit sejumlah buku karya guru, khususnya praktik baik dalam proses belajar mengajar di sekolah itu.
Dua fasilitator mendampingi peserta selama melakukan touring di beberapa kelas menyaksikan proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
Adaptasikan
Di bagian akhir kunjungan, peserta pelatihan Tendik BBGTK Sulsel berkumpul di Perpustakaan Athirah di lantai empat gedung tersebut.
Mereka duduk lesehan bersama Kepala BBGTK Sulawesi Selatan Dr Arman Agung MPd dan Kepala Bagian Umum Dr Ayatullah Hidayat MPd.
Di momen itu, Arman Agung mengatakan, melalui shadowing itu, peserta bisa belajar dan menambah referensi, sehingga harus mengenali betul objek selama kunjungan lapangan.
Praktik baik yang peserta temukan selama kunjungan di Athirah hendaknya diadaptasi dan dioptimalkan di sekolah masing-masing.
Pertanyaannya adalah, apakah praktik baik itu bisa diduplikasi dan diadaptasi di sekolah masing-masing, sebab kondisi setiap sekolah tentu berbeda.
Kehormatan Menjadi Sekolah Rujukan
Arman Agung meningatkan bahwa konsep pengelolaan perpustakaan yang Athirah terapkan merupakan sesuatu standar dan bisa dilakukan di semua situasi.
Mewakili tuan rumah, Kepala SD Islam Athirah Khasan SPd MM, menyampaikan terima kasih kepada BBGTK Sulawesi Sulawesi yang memilih Athirah sebagai objek kunjungan peserta pelatihan.
“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami menjadi rujukan bagi peserta pelatihan,” kata Khasan tersenyum. ***













