MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Shadowing hari ke-4 ke sekolah, peserta Pelatihan BCKS jadi pembina apel di SMPN 5 Makassar, Senin (8/9/2025).
Peserta pelatihan BCKS yang mendapat kepercayaan menjadi pembina apel pagi itu adalah guru SMPN 1 Bontomarannu, Gowa, Andi Tawakkal SPd.
Sebagai informasi, sebanyak 239 guru dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel mengikuti pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di Makassar.
Pelatihan diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan selama sepuluh hari.
Kegiatan itu berlangsung dari tanggal 31 Agustus 2025 hingga 9 September 2025 di Karebosi Primier Hotel Makassar.
Banyak Hal Baru
Usai apel, Andi Tawakkal menjelaskan, banyak sisi positif yang dia dapatkan selama mengikuti pelatihan BCKS.
Dia mengaku mulai mengajar sejak tahun 2007 sebagai guru mata pelajaran Matematika.
Salah satu hal paling mengesankan selama pelatihan adalah pemahaman membangun kemitraan dengan alumni.
Interaksi dengan alumni SMPN 1 Bontomarannu Gowa, menurut Tawakkal sudah terjadi, namun belum maksimal. Termasuk kemitraan dengan lingkungan sekolah.
Manajemen Pengelolaan Sapras
Terkait shadowing ke SMPN 5 Makassar, Tawakkal mengatakan, kagum dengan cara kepala sekolah mengelola SDM sekolah tersebut.
Dalam hal ini, guru dan tenaga kependidikan serta mengelola sarana dan prasarana sekolah.
Di bidang keuangan pun, ada pembagian tanggung jawab yang tegas. Kepala sekolah melakukan pemberdayaan dalam membagi tugas.
Bahkan, pengelolaan kantin di sekolah itu layak menjadi contoh dan diadaptasi di SMPN 1 Bontomarannu Gowa.
Tawakkal memuji pola pengelolaan kantin yang menggunakan sistem pembayaran nontunai tetapi memakai kartu belanja.
Menggunakan kartu belanja itu, lanjut Tawakkal akan memudahkan kontrol pengelolaan kantin secara transparan.
Berbeda dengan di sekolahnya yang masih menggunakan cara konvensional. Melakukan kontrak tahunan dengan pengelola kantin, sehingga hasilnya tidak maksimal.
Tawakkal mengatakan, dengan potensi murid SMPN 1 Bontomarannu sebanyak 980 sudah terbayang potensi penghasilan yang bakal masuk ke sekolah jika menggunakan model belanja di kantin SMPN 5 Makassar.
Pengalaman Minim
Guru SMPN 14 Tanete Bulukumba, Nurbaya SPd, mengaku datang mengikuti pelatihan sebagai guru biasa yang belum berpengalaman memimpin.
“Beda dengan teman-teman lain. Ada yang sudah menjadi Plt kepala sekolah,” tutur guru kelahiran Kabupaten Bone tersebut.
Alumni IKIP (sekarang Universitas Negeri Makassar) itu mengatakan, memetik banyak ilmu selama pelatihan bakal calon kepala sekolah.
Guru mata pelajaran IPA ini mengaku, mendapat banyak pengetahuan baru tentang pembelajaran bertumbuh.
Penanganan Sampah
Salah satu yang spesifik dia lihat dalam kunjungan ke SMPN 5 Makassar adalah cara menangani kebersihan, khususnya sampah.
Filosofi “Sampahku tanggung jawabku yang Kepala SMPN 5 Firman SPd MPd berlakukan di sekolah ini sangat menginspirasi,” kata Nurbaya.
Cara itu memunculkan tanggung jawab kolektif bagi murid, sehingga tidak ada sampah yang berserakan. ***













