Acara bedah buku dan pembacaan karya sastra ini dihadiri antara lain Idwar Anwar, Asmin Amin, serta beberapa penulis, penyair, dan penggiat literasi. Di sela diskusi ada pembacaan puisi oleh Syahril Patakaki, Mami Kiko, dan Asmin Amin.
Yudhistira Sukatanya, sastrawan dan pengurus Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Sulawesi Selatan (LAPAKKSS) mengapresiasi kemampuan penulis mengecoh pembacanya, dengan sesuatu yang tidak terduga.
Berita Terkait :
Ini Bukan Festival Akan Digelar November 2020
“Meski sebagai cerpen yang dimuat di media cetak, dibatasi oleh jumlah kata dan karakter,” puji Yudhistira Sukatanya, yang juga sutradara teater itu.
Pada Jumat malam, tampil Arif Daeng Rate, membawakan sinrilik I Makdik Daeng Rimakka. Pasinrilik milenial ini, tergabung dalam Asosiasi Pemuda Pelestari Bahasa Daerah (APPBD).
Kemudian Lembaga Sulapa’ Appa membawakan Mangkasarakku dalam bentuk musikalisasi puisi. Juga ada pertunjukan musik Tunrung Pa’padang oleh Sanggar Seni Rupa Tau Gowa. Pada pertunjukan ini menampilkan Mudding Daeng Erang, yang piawai menabuh gendang Tunrung Pa’padang bersama anak-anak muda binaannya.
Pada hari keenam penyelenggaraan Ini Bukan Festival ditutup pertunjukan monolog dan diskusi Bilang-bilang oleh Komunitas Bajak Laut. (her)














