Menyambut hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Sekjen Kemenperin) Dody Widodo mengatakan, sebagai bentuk dukungan, pihaknya telah mempertemukan perusahaan dengan peneliti untuk meningkatkan business matching.
“Ke depan, kita bisa dipikirkan bersama upaya yang lebih luas lagi untuk berkolaborasi, karena kami punya sekolah vokasi dan balai penelitian,” kata Sekjen Kemenperin.
Berita Terkait :
Ditjen Dikti Kemendikbud Bantu Korban Gempa Sulbar Rp342 Juta
Sementara itu, Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Plt Dirjen Diktiristek) Nizam mengatakan, semangat membangun kedaulatan teknologi hanya bisa terwujud melalui kolaborasi atau gotong royong.
Dengan semangat untuk membangun teknologi merah putih, katanya, pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk melahirkan karya-karya dari kampus untuk bisa memasuki dunia industri dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Platform Kedaireka yang mendapatkan tanggapan positif dari mitra industri menjadi suatu platform untuk berkolaborasi lintas kementerian dan dunia industri.
Pada peringatan Hakteknas ke-26 ini, Mendikbudristek meluncurkan Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAMTEK) secara virtual. Peluncuran diikuti oleh Plt Dirjen Diktiristek, Nizam yang juga Ketua FDTI; Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto; Sekjen FDTI Isradi Zainal; Wakil Ketua Umum FDTI Ngakan Suardana; Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto; dan Ketua LAMTEK, Misri Gozan. (har)













