“Sekarang sudah menyebar kemana-mana. Oleh karena itu, strategi kita adalah pertama kita ingin melakukan social distancing secara massif,” sebutnya.
Itu dilakukan dengan memanfaatkan jaringan unsur pemerintah hingga ke bawah. Misalnya, pemkot/ pemkab sampai jaringan tingkat RT/RW. Dari kepolisian punya jaringan sampai Binmas dan sebagainya, TNI dengan Babinsa, Danramil. Semua unsur ini disinergikan.
Berita Terkait :
Bantu Warga Miskin Terdampak Covid-19, Wali Kota Makassar Lakukan Ini
Sosialisasi pengunaan masker juga menjadi perhatian. Termasuk pola hidup bersih, termasuk dengan hal-hal yang meningkatkan imun.
Terkait masih banyaknya masyarakat beraktivitas di luar rumah, Nurdin mengatakan, itu terjadi karena ada pemahaman dari masyarakat, setelah melakukan isolasi diri di rumah selama dua minggu dianggap telah selesai.
“Ini menganggap sudah selesai, makanya itu ramai lagi. Jadi saya kira sosialisasi penting,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb mengatakan, selama program jaring pengaman sosial, pemerintah akan menyiapkan sembako. Namun, tidak semua masyarakat mendapatkannya, khusus untuk masyarakat kategori miskin saja.
“Sembako untuk korban covid-19, untuk masyarakat miskin, miskin karena pemutusan hubungan kerja, miskin karena pembatasan kegiatan,” jelasnya. (din)













