MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pemkot Makassar buka lowongan kerja melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar untuk penyuluh persampahan.
Penyuluh tersebut akan membatu RT/RW melakukan penguatan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian target Makassar Bebas Sampah 2029.
Keberadaan penyuluh persampahan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.
“Target kita cukup intens, Makassar Bebas Sampah 2029. Waktunya tidak terlalu lama lagi,” ujar Helmy, di Balai Kota Makassar, Rabu (4/3/2026).
Dia berharap, seluruh masyarakat mengetahui bagaimana memilah, cara mengolah, dan bagaimana memperlakukan sampah dengan benar.
Ubah Pola Pikir
Ia menegaskan, sampah yang dihasilkan rumah tangga sejatinya memiliki nilai ekonomis apabila dikelola dengan tepat.
Karena itu, edukasi kepada warga menjadi kunci untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan dalam mengelola sampah.
Untuk proses pendaftaran, DLH Makassar menerapkan sistem pengiriman berkas secara daring.
“Untuk saat ini kita minta seluruh peminat melakukan submit berkas secara online saja, apalagi kita dalam kondisi berpuasa. Jangan sampai nanti peminat datang di luar jam kantor,” jelas Helmy.
Batas akhir pengiriman berkas ditetapkan hingga Kamis, 5 Maret 2026. Para pelamar diminta mengirimkan dokumen kepada narahubung resmi di DLH Makassar.
Rekrutmen ini terbuka untuk umum dengan persyaratan minimal pendidikan SMA/SLTA atau sederajat.
Selain itu, calon penyuluh diharapkan telah menjadi nasabah bank sampah.
Pada tahap awal, DLH Makassar membuka kuota sebanyak 20 orang penyuluh persampahan.
Namun jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan akan bertambah ke depan.
“Kita evaluasi setiap tiga bulan atau per bulan. Nanti di perubahan anggaran atau pokok 2027 tentu akan kita tambah jumlahnya,” jelasnya.
Para penyuluh nantinya akan ditempatkan berdasarkan wilayah, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan, menyesuaikan kebutuhan dan domisili peserta yang lolos seleksi.
Program ini sejatinya bukan hal baru. Sebelumnya, peran serupa dijalankan dengan nama motivator bank sampah.
Namun kini cakupannya diperluas dan difokuskan pada penyuluhan persampahan secara menyeluruh.
“Dulu namanya motivator bank sampah. Tapi kalau hanya motivator bank sampah, itu spesifik pada bank sampah saja, ” ujarnya.
“Sekarang kita lebih spesifikkan menjadi penyuluh persampahan untuk membantu RT/RW, kelurahan, kecamatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelas Helmy.
DLH juga berharap rekrutmen kali ini dapat menghadirkan wajah-wajah baru, termasuk dari kalangan anak muda.
“Kita berharap sebagian besar bukan hanya orang-orang lama, tapi betul-betul orang baru yang masuk. Kalau bisa diisi anak muda,” pungkasnya. ***













