MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pemerintah Swiss melalui Duta Besar Swiss Olivier Zehnder menyatakan siap perkuat kerja sama di Sulsel.
Bidang yang siap dikerjasamakan di Sulawesi Selatan meliputi kerja di bantuan teknis, pembangunan peningkatan kapasitas, dan transfer teknologi.
Zehnder menyatakan hal itu dalam kunjungan ke Pemprov Sulsel. Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, menerima Dubes Swiss, Selasa (7/5/2025) di Rumah Jabatan Wakil Gubernur.
Kunjungan ini merupakan bagian dari Program Kerja Sama Pembangunan Indonesia–Swiss periode 2025–2028.
Kerja sama itu mencakup penguatan efisiensi sektor publik dan daya saing ekonomi, pengembangan infrastruktur berkelanjutan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas potensi kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Swiss.
Pertemuan membahas bidang yang mencakup energi terbarukan, pendidikan vokasi, transportasi berkelanjutan, dan sektor pariwisata.
Fatmawati juga mengatakan Sulsel punya peluang untuk berkolaborasi pengembangan di sektor pariwisata dan transportasi perkotaan.
Dubes Swiss mengapresiasi keberhasilan program Swisscontact di Sulsel, termasuk pelatihan keterampilan tenaga kerja dan pengembangan rantai pasok kakao.
Dalam sektor pendidikan, sejumlah politeknik di Sulsel telah menjadi mitra dalam program Skills for Competitiveness (S4C) melalui SECO. SECO adalah lembaga Pemerintah Swiss yang bertanggung jawab atas kebijakan ekonomi dan kerja sama pembangunan ekonomi.
Sejumlah proyek Swiss di Sulsel di antaranya Sustainable Cocoa Production Program (SCPP) di Bone, Luwu, Soppeng, dan Luwu Timur.
Kemudian program Skills for Competitiveness (S4C) di Bantaeng, dan program pariwisata berkelanjutan yang sudah berkembang di Toraja.
Wakil Gubernur Sulsel mengatakan pemprov Sulawesi Selatan menyambut baik inisiatif Pemerintah Swiss dalam mendorong kemitraan di sektor-sektor prioritas Sulsel.
”Kami percaya, kerja sama ini akan memperkuat daya saing daerah dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” kata Fatmawati.
Sulsel, jelas Fatmawati, memiliki potensi besar di bidang energi bersih, dengan keberadaan PLTB Sidrap dan Jeneponto, serta sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi.
”Pemerintah Provinsi pun membuka diri terhadap dukungan program pelatihan keterampilan berbasis industri untuk menyiapkan tenaga kerja terampil,” katanya. ***











