MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Pemerintah mulai menyalurkan beras satu harga melalui Program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan beras.
Langkah ini penting sebagai intervensi naiknya harga beras yang tengah terjadi saat ini.
Beras satu harga disalurkan Bulog mulai Juli hingga Desember 2025, dapat dibeli di pasar-pasar Gerakan Pangan Murah (GPM) mulai Minggu (13/7/2025)
“Secara gradual, kita mulai salurkan dan terus masifkan, termasuk ke Koperasi Merah Putih dan kios pangan binaan pemerintah daerah,” jelas Kepala Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi kepada wartawan.
Satu Harga
Beras SPHP dengan tiga kategori berdasarkan zona geografis. Umumnya beras SPHP dalam bentuk kemasan 5 kilogram (kg).
Kategori pertama dengan harga Rp 12.500 per kg untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi.
Harga Rp 13.100/kg untuk wilayah Sumatera (kecuali Lampung dan Sumsel), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan.
Kemudian Harga Rp 13.500/kg untuk wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Harga tersebut adalah Eceran Tertinggi (HET) beras medium sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2024.
Bantuan Pangan 2025
Sementara penyaluran bantuan pangan beras juga mulai Juli 2025 ini. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pemerintah resmi menyalurkan 360 ribu ton bantuan pangan beras pada Juli 2025.
Ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial bagi keluarga rentan di seluruh Indonesia.
“Ini untuk mengurangi beban rumah tangga, dan memastikan akses terhadap bahan pangan pokok, terutama beras,” ungkap Amran, Sabtu (12/7/2025).
Amran menambahkan langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga. Juga sebagai antisipasi dampak perubahan iklim dan dinamika ekonomi global. ***













