MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR–Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) 2025 bukan sekadar ajang lomba, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat karakter generasi muda. Jumat, 21/11/2025.

Dengan melibatkan 815 peserta, MTQ diharapkan mampu melahirkan qori, qariah, hafiz, dan hafizah yang unggul serta mendapat apresiasi yang layak.
Fokus pada Generasi Muda
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar menekankan bahwa MTQ harus menjadi wadah pembinaan berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemkot meminta dukungan untuk peningkatan hadiah dan program pembinaan agar para peserta benar-benar merasakan penghargaan atas dedikasi mereka. Dengan demikian, MTQ tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut menjadi proses pembentukan karakter Qur’ani.
Penguatan Kurikulum
Selain itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan langkah konkret melalui penguatan kurikulum pendidikan. Program tersebut mencakup:
– Penambahan jam membaca Al-Qur’an di sekolah.
– Pendidikan akhlak sebagai fondasi moral.
– Penguasaan Bahasa Inggris dan Arab untuk memperluas wawasan global.
Dengan langkah ini, Pemkot ingin memastikan bahwa generasi muda tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia modern.
Visi Kota Moderat dan Inklusif
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan Makassar sebagai kota moderat, inklusif, dan melahirkan generasi Qur’ani yang unggul. Dengan demikian, MTQ 2025 tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga simbol komitmen kota terhadap pembangunan karakter dan peradaban.
Pembukaan MTQ 2025 di Makassar menandai langkah strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter Qur’ani. Dengan dukungan pembinaan, kurikulum yang diperkuat, serta visi kota yang moderat dan inklusif, Makassar menegaskan posisinya sebagai pusat lahirnya generasi unggul di masa depan. ***













