BERITA TERKINIEDUKASI

Pelatihan BCKS Sulsel Berakhir

×

Pelatihan BCKS Sulsel Berakhir

Sebarkan artikel ini
Setelah berlangsung sejak 31 Agustus 2025 di Hotel Karebosi Premier Makassar, pelatihan BCKS Sulsel berakhir, Selasa 9 September 2025

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Setelah berlangsung sejak 31 Agustus 2025, pelatihan BCKS Sulsel berakhir, Selasa 9 September 2025.

Pimpinan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel, Dr Arman Agung MPd menutup pelatihan yang telah berlangsung 10 hari itu.

Hadir dalam penutupan tersebut, pemantau dari Kemendikdasmen, Suprapto dan Ahmad Sawedi, serta Kepala Bagian Umum BBGTK Sulsel Drs Harisman.

Hadir pula para fasilitator yang juga nara sumber dari kalangan akademisi serta nara sumber internal BBGTK Sulsel.

Lapor Ke Kadis Pendidikan

Pimpinan BBGTK Sulsel Arman Agung dalam sambutannya antara lain meminta kepada peserta pelatihan, agar setelah tiba di daerah masing-masing segera menemui kepala dinas pendidikan.

“Temui kepala dinas pendidikan yang menugaskan ikut pelatihan dan laporkan hasilnya,” kata Arman Agung.

Dia menyinggung soal miskonsepsi yang bisa berujung pada kesesatan berpikir seseorang.

Hal itu berawal pada saat lomba yel-yel antarkelas sebelum seremoni penutupan berlangsung.

Saat itu, salah satu kelompok menggunakan kata Borro dalam yel-yel mereka di atas panggung.

Diksi borro dalam bahasa Makassar itu berkonotasi kurang baik untuk konteks pembicaraan yang serius. Apalagi terkait dengan pendidikan.

“Dalam konteks candaan, itu sah-sah saja digunakan,” kata Arman Agung.

Istilah borro itu, biasanya dilekatkan kepada orang memiliki kepercayaan diri berlebihan. Sementara kemampuannya sesungguhnya minim.

Tujuh Peserta Terbaik

Sebelumnya, panitia penyelanggara, Tawakkal ST melaporkan, rentetan kegiatan yang telah berlangsung selama kegiatan.

Dia juga menyampaikan tujuh peserta terbaik di setiap kelas. Mereka adalah; Muhlis dari SMPN 2 Watampone, Baharuddin (SD Mangkura) Makassar.

Nasran Nusrah (SD IKIP 1 Makassar), Arman Asrah (SMPN 3 Sinjai), Kadri Karim (SD Percontohan PAM Makassar), Rahmatan (SMP 3 Bangkala Jeneponto), dan Muhsin dari SDN Kakatua Makassar.

Bangun Kemitraan

Sementara itu, Ketua PGRI Sulsel Prof Hasnawi Haris mewakili fasilitator kelas menyampaikan, beberapa praktik baik yang layak diadaptasi di sekolah masing-masing.

Guru Besar Universitas Negeri Makassar itu, secara khusus menyoroti pentingnya membangun kemitraan dengan lingkungan sekolah.

Dia mencontohkan, kemitraan yang terbangun di SMPN 14 Makassar. Pimpinan sekolah itu menjalin kerja sama dengan kelompok kritis untuk meningkatkan transparansi pengelolaan sekolah, khususnya penerimaaan siswa baru.

Prof Hasnawi juga memuji interaksi antarpeserta lintas kabupaten yang berjalan dinamis.

Praktik Baik

Sebagai informasi, sebanyak 239 guru dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel mengikuti pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di Makassar.

Pelatihan diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan selama sepuluh hari.

Selama kegiatan, peserta melakukan shadowing. Mereka dibagi dalam tujuh kelas dan 35 kelompok kecil.

Masing-masing kelompok kecil itu melakukan shadowing ke 35 sekolah sesuai jenjang pendidikan tempat mengajar. Mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA/SMK.

Dalam kunjungan itu, mereka mendapat sejumlah informasi praktik baik dari kepala sekolah sasaran observasi sebagai kepala sekolah mentor.

Praktik baik itu meliputi; bagaimana kompetensi kepribadian kepala sekolah, pengelolaan sekolah, kewirausahaan dalam kepemimpinan, dan supervisi akademik. ***

Tinggalkan Balasan