BERITA TERKINIKOLOM

Pelabuhan Pendaratan Ikan Bontobahari Bulukumba

×

Pelabuhan Pendaratan Ikan Bontobahari Bulukumba

Sebarkan artikel ini
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan mendesain Pelabuhan Pendaratan Ikan Bontobahari Bulukumba sebagai PPI terbesar dan terlengkap
Kapal motor parkir di kolam labuh Pelabuhan Pendaratan Ikan di Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan. (Foto : Rusdy Embas/MAKASSARCHANNELCOM)

Dari kelima terdakwa tersebut, ada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, pelaksana proyek, dan pemodal. Mereka mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Makassar.

Kini, pelabuhan yang terletak di ujung selatan tempat pembuatan perahu tradisional Bulukumba itu sudah mulai difungsikan. Hanya saja, harapan menteri KKP untuk menjadikan PPI Bontobahari sebagai pelabuhan terbesar dan terlengkap belum terwujud sepenuhnya.

Pantauan MAKASSARCHANNEL, Minggu (24/11/2019), saat Sang Raja siang menuju titik kulminasi, aktivitas di pelabuhan tersebut tergolong sepi untuk ukuran sebuah pelabuhan besar dan lengkap. Di dermaga, memang terlihat sejumlah perahu yang tertambat. Namun nyaris tak terlihat aktivitas para awaknya. Sepertinya hanya parkir. Bahkan ada yang dalam perawatan. Ada pula bangkai perahu berukuran kecil di sisi kanan jalan dermaga.

Di lantai pelelangan juga terlibat boks tempat ikan yang jumlahnya kurang dari sepuluh kotak. Hanya ada tiga orang di tempat itu. Ada yang asyik mengutak-atik gadgetnya, ada yang menisik peralatan tangkap ikan, dan satunya lagi asyik menyeruput kopi.

Tumpukan boks itupun rupanya bukan berisi ikan bongkaran nelayan yang sandar di pelabuhan, tetapi hasil tangkapan perorangan tak jauh dari dermaga yang memang banyak dihuni ikan batu. Konon, pemiliknya yang berambut panjang terurai memasarkan ikannya melalui facebook.

“Anreppa na maeng niresmikang,” tutur seorang wanita dalam bahasa Makassar dialek konjo kepada penulis.

Wanita yang sedang menisik “lanrak” itu seolah ingin menegaskan bahwa bangunan itu belum diresmikan pengoperasiannya, sehingga tidak mengherankan jika aktivitas di tempat itu juga belum terlalu padat sebagaimana layaknya pelabungan terbesar dan terlengkap.

Dia menambahkan, meski belum diresmikan, namun sudah ada petugas yang datang melayani warga yang ingin menyelesaikan urusan adminisrasinya di tempat tersebut.

Terpisah, H Asdar, seorang pengusaha mengatakan, aktivitas di pelabuhan itu baru terlihat ramai pada malam hari. Kapal nelayan yang sandar membongkar ikan tidak dibawa ke bangunan tempat pelelangan, tetapi dari kapal yang sandar di dermaga langsung dinaikkan ke mobil yang sudah siap menunggu.

Meski sudah digunakan secara terbatas, namun sejumlah sarana, khususnya jalanan menuju ke pelabuhan masih ada yang harus dibereskan. Akses jalan dari gerbang masuk dekat Kantor Camat Bontobahari hingga di pertigaan jalan menuju pelelangan dan tempat pembuatan perahu sudah cukup baik dan sudah berlapis aspal. Namun hanya sampai di situ saja, karena ketika berbelok ke kiri menuju pelabuhan jalannya sudah tidak beraspal lagi.

Jalan dua jalur bahkan belum rampung. Pada sisi kanan jalanan itu, terputus dan dirambati tumbuhan khas pesisir, le’lere.

Dana puluhan miliar rupiah sudah digelontorkan, bangunan fisik pelabuhan juga sudah tersedia. Namun keinginan menjadikan PPI Bontobahari ini sebagai pelabuhan terbesar dan terlengkap, belum terwujud seperti harapan Menteri KKP waktu itu.

Perlu perhatian ekstra dari pemerintah setempat untuk memaksimalkan pemanfaatan aset ini untuk kepentingan rakyat. Perlu sentuhan pemimpin bertangan dingin.

Banyak yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan pelabuhan tersebut dengan cara melibatkan masyarakat setempat. Di tangan profesional segenap potensi ekonomi bisa digarap sekaligus menggeliatkan ekonomi rakyat setempat.

Keberadaan aset ini mungkin bisa menjadi salah satu kepingan puzle bagi bakal calon bupati untuk memasukkannya ke dalam program kerjanya jika terpilih dalam pesta demokrasi yang akan dihelat tahun depan.

*) Muhammad Rusdy Embas, Pemimpin Redaksi MAKASSARCHANNEL.COM

Tinggalkan Balasan