BERITA TERKINIPOLKUMHAMUncategorised

Peduli Kampung ASI Bantaeng Raih Penghargaan KIPP 2025

×

Peduli Kampung ASI Bantaeng Raih Penghargaan KIPP 2025

Sebarkan artikel ini
Program inovasi Peduli Kampung ASI Bantaeng raih penghargaan KIPP 2025 dari Kementerian PANRB. Inovasi ini gagasan Puskesmas Loka Uluere

MAKASSARCHANNEL, BANTAENG – Program inovasi Peduli Kampung ASI Bantaeng raih penghargaan KIPP 2025 dari Kementerian PANRB.

Program Peduli Kasi (Peduli Kampung ASI ) yang meraih penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 itu gagasan Puskesmas Loka, Kecamatan Uluere.

Inovasi yang masuk kategori Replikasi itu, menyisihkan ribuan proposal inovasi pelayanan publik dari seluruh Indonesia.

Baik dari kementerian, lembaga negara, pemerintah provinsi, kabupaten dan atau kota, hingga BUMN/BUMD.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyelenggarakan kompetisi itu untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia.

Inovasi Terbaik

Kompetisi ini menjadi wadah bagi instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta BUMN/BUMD, menampilkan inovasi terbaik dalam melayani masyarakat.

Tim Sekretariat KIPP Tahun 2025 menyampaikan pengumuman penghargaan itu melalui Pengumuman Nomor B/277/PP.00.05/2025.

Ketua Tim Sekretariat mengatakan, menyampaikan seluruh peserta dapat melihat hasil penilaian melalui akun masing-masing.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Wandaru, menegaskan bahwa setiap inovasi yang lolos sebagai Outstanding telah melalui serangkaian penilaian ketat.

Mulai dari seleksi administrasi, penilaian tim evaluasi, sidang panel independen yang melibatkan profesional, hingga uji kebermanfaatan inovasi langsung kepada masyarakat penerima manfaat.

Hasil Kolaborasi

Sekretaris Dinas Kesehatan Bantaeng, Iwan Setiawan SKM MKes yang juga Ketua Klinik Inovasi Kesehatan menegaskan penghargaan ini adalah hasil kolaborasi bersama.

Keberhasilan PEDULI KASI menurut Iwan Setiawan, tidak lahir dari satu-dua orang, tetapi dari kerja kolektif.

Mulai dari kader kesehatan, kepala desa, PKK, camat, puskesmas, Dinas Kesehatan, Bappeda, hingga Bantaeng Institute.

“Ini adalah bukti bahwa inovasi dari desa bisa menjadi inspirasi nasional,” ujar Iwan Setiawan.

Iwan menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Bantaeng M Fathul Fauzy Nurdin, serta Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng Gunya Paramasuka, atas dukungan penuh yang mereka berikan.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Bupati dan Ibu Ketua TP PKK yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan ruang bagi inovasi kesehatan di Bantaeng. Tanpa dorongan beliau berdua, capaian ini tentu sulit terwujud,” kata Iwan.

Awal Tanggung Jawab Besar

Ia menegaskan, penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Kami berharap inovasi ini terus tumbuh. Tidak berhenti pada penghargaan, tapi benar-benar hidup di tengah masyarakat dan memberi manfaat yang berkelanjutan,” tuturnya.

Dengan penghargaan ini, Bantaeng menorehkan catatan emas. Tidak hanya dikenal sebagai kabupaten kecil dengan semangat besar, tetapi juga sebagai daerah yang konsisten membuktikan bahwa inovasi adalah jalan menuju kesejahteraan masyarakat.

Sebuah kado terindah untuk Bantaeng di Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025. ***

Tinggalkan Balasan