Sebelumnya, lanjut Yunus, ditemukan klaster perjalanan, Nakes dan Perkantoran. Namun sekarang klaster terbanyak yakni keluarga.
Untuk menekan kenaikan kasus Covid-19 di Maros, kata Yunus, disiplin protokol kesehatan terus ditegakkan. Saat ini Satgas Covid-19, gencar melakukan pemeriksaan 3T.
“Kami dari Satgas saat ini sedang memperkuat 3T, Tracing, Testing dan Treatment,” tegasnya.
Vaksinasi juga terus digalakkan untuk seluruh masyarakat demi memperkuat antibodi.
Berita Terkait :
Tujuh Pasien Covid-19 Maros Sembuh
“Perketat protokol Kesehatan, walapun sudah divaksin. Karena vaksin tidak menjamin kita tidam berpotensi terinfeksi virus Corona,” katanya mengimbau.
Soal vaksin, Ia mengatakan, tingkat efektifitas dari setiap jenis vaksin berbeda-beda.
“Efektivitas vaksin berbeda tergantung jenisnya. Misalnya, hanya 55-65 persen jika menggunakan Sinovac, dan 76 persen jika menggunakan astraZeneca,” katanya.
Dia berharap masyarakat disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan dan mendukung program vaksinasi. Pemkab Maros pun telah memberlakukan PPKM Mikro sejak 09 Juli 2021.
Hingga saat ini total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Kabupaten Maros adalah sebanyak 2.547. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.930 orang sudah dinyatakan sembuh. Sementara yang meninggal dunia 43 orang. (din)













