Sehari sebelumnya (Kamis, 2/9/2021), saat pra kegiatan, Bu Eni, begitu biasa ia disapa, menekankan agar peserta outing class membuat laporan dan terutama mengimplementasikan nilai-nilai budaya lokal, bukan hanya dalam mata pelajaran muatan lokal tapi juga pembelajaran lain, seperti tematik.
Bu Nunung, yang hadir mewakili Kepala UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda dan Ketua Tim Adiwiyata, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan K-Apel. Dia mengaku baru pertama kali mendengar pembacaan ayat suci Alquran dengan terjemahan bahasa daerah. Hari itu, setelah Rahmat membaca surat Ar Rahman ayat 1-15, Fitri lalu melanjutkan dengan saritilawah berbahasa Makassar.
Berita Terkait :
10 Tahun Komunitas Anak Pelangi Bina Ratusan Pelajar
Hal lain yang unik, yakni prosesi Tarang Ati, di mana ibu-ibu yang tamat Iqra disuapi gula aren dan kelapa agar lancar mengaji. Ada juga nyanyian ninabobo Toeng oleh Daeng Ke’nang, serta puisi lingkungan hidup berbahasa Makassar dan Indonesia oleh Bu Harfia dan Bu Suriati.
Menarik, puisi karya Rusdin Tompo, Anak-anak Payabo, dibuatkan terjemahan bahasa Makassar, dan dibacakan oleh Putra dan Uga. Ada juga paseng bahasa Bugis oleh Bu Hamriana dan Bu Jawaria.
Tetamu dijamu kuliner tradisional seperti putu, roko-roko unti, roko-roko cangkuning, dan baruasa. Hidangan sarabba hangat juga disuguhkan, diakhiri makan kapurung.














