Anak-anak lain, diajak melihat secara dekat aktivitas pengrajin perak dan tembaga di RW 11 yang masih berada di Kelurahan Borong. Kelurahan Borong di Kecamatan Manggala ini memang merupakan salah satu sentra kerajinan perak, tembaga dan emas di Kota Makassar.
Selama berada di sini, anak-anak didampingi oleh Rosmiati, S.PdI, guru agama Islam yang juga sebagai Ketua Tim Adiwiyata SDN Borong. Anak-anak mendapatkan penjelasan dari salah seorang pengrajin, Daeng Bahar, tentang alat dan bahan yang digunakan. Mereka kini mengetahui bahwa asesoris atau kelengkapan pakaian adat Bugis-Makassar yang mereka biasa gunakan dihasilkan di Borong.
Baca Juga :
Telat Datang Rapat, Johan Budi Tegur Tito
Sekelompok anak lainnya, ditemani Andi Etty Cahyani, S.Pd dan Hj. Andi Subaedah, S.Pd menuju masjid di Kompleks Delta Mas, yang berada di seberang sekolah. Di sini, mereka dimotivasi untuk mau menulis oleh M. Galang Pratama, pegiat literasi dan owner Jariah Publishing.
Menurut Galang, anak-anak perlu memiliki tradisi menulis agar mereka tumbuh sebagai generasi yang kritis dan memiliki pemikiran serta pandangan-pandangan yang positif.
“Mudah-mudahan mereka bisa menulis buku, pada usia yang masih muda. Tinggal didampingi saja,” kata Galang yang juga dikenal sebagai penyair itu. (har/rls)














