Ada juga orangtua yang bertanya tentang sistem zonasi dan menyampaikan kondisi anaknya yang merupakan korban konflik Papua.
Katanya, anaknya sempat trauma. Tapi sekarang kondisinya mulai membaik berkat dukungan guru dan teman-temannya.
Baca Juga :
Danrem 142/Tatag Lepas Letkol Imran “TANTARAYYA” Sebagai Kasrem
Pada acara “Obrolan Sekolah” ini juga anak-anak menampilkan bakat dan kemampuan mereka, seperti Pramuka, Dokter Kecil (Dokcil), Tari Gandrang Bulo, Tari Kipas Kreasi, dan pembacaan puisi.
Kepala SDN Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, menyampaikan bahwa selama kurang lebih empat tahun di SDN Borong, terlihat banyak kemajuan.
Katanya, sekolah yang dipimpinnya itu cukup solid, karena dukungan berbagai pihak, baik tim internal, dalam hal ini guru, maupun tim eksternal dari paguyuban orangtua. Dukungan juga dari Komite SD Kompleks Borong.
Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kerjasama antara SD Negeri Borong dan BKM untuk mendukung SDN Borong sebagai Sekolah Adiwiyata. (har)














