MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Parta NasDem tak usulkan nama Putri Dakka untuk PAW Rusdi Masse (RMS) sebagai anggota DPR RI yang pindah partai.
Partai mengusulkan tiga nama yakni; Hayarna Hakim, Judas Amir, dan Nicodemus Biringkanae. Nama Putri Dakka sebagai peraih suara ketiga tak masuk.
Sebagai informasi, Putri Dakka raih 53.700 suara, Hayarna Hakim (29.162 suara, Judas Amir (12.669 suara), dan Nicodemus Biringkanae 4.908 suara.
Wakil Ketua Bidang OKK DPW NasDem Sulsel, Andi Tobo Haeruddin, mengatakan, pertimbangan utama NasDem Sulsel yang layak menggantikan Rusdi Masse sebagai anggota DPR RI ialah soal etik.
Bukan Prioritas
Artinya, peraih suara terbanyak setelah Rusdi Masse bukan prioritas utama. Bahkan jumlah suara itu menempati urutan terakhir dalam menentukan PAW.
“Dalam semua konstitusi termasuk di negara kita, etik merupakan konstitusi tertinggi. Setelah itu baru loyalitas, kualitas, prestasi setelah itu baru angka-angka,” kata Haeruddin.
Ketika terdapat calon yang mereka akan usung, namun loyalitasnya tidak jelas maka hal tersebut dapat merugikan partai.
Lalu ada senior NasDem yang berprestasi dalam organisasi. Prestasi apakah orang pernah memimpin atau pernah memenangkan pertarungan politik di daerahnya.
“Itu poin penting dalam penetapan. Setelah itu baru angka, karena angka bisa multitafsir,” ungkap Haruddin, Kamis (19/2/2026).
Kualitas Kader
Kualitas kader penting. Apakah layak menjadi PAW atau tidak. Jangan sampai NasDem mengirim kader ke DPR RI, namun tidak berpengalaman sehingga tidak mampu berbicara banyak.
“Jadi pertimbangannya dimulai dari etik, loyalitas, kualitas, prestasi, baru angka,” ujar Haeruddin.
NasDem tidak ingin ada kepura-puraan dalam partai karena semangat restorasi adalah meninggalkan kepura-puraan menuju keterusterangan.
“Jangan sampai secara formal berada di partai tetapi hatinya di partai lain. Itu bisa terbaca. Dalam rapat konsolidasi kemarin semua sudah mantap,” jelas Haeruddin.
Loyalitas
“Walaupun ada peserta yang sebenarnya tidak layak, kami tetap terima sebagai bentuk kecintaannya terhadap partai demi menjaga kondusivitas,” tambah dia.
Ketua DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, mengatakan NasDem hanya akan mengusulkan tiga kader terbaik kepada DPP untuk diproses sesuai mekanisme partai dan ketentuan perundang-undangan.
Menurut Syahar, penentuan calon PAW tidak hanya mempertimbangkan perolehan suara pada Pileg 2024, tetapi juga aspek konstitusional dan loyalitas kader. ***













