MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri akan gandeng SMP swasta tampung siswa yang tidak lolos seleksi di SMP negeri.
Munafri menyebut langkah itu sebagai salah satu solusi jangka pendek untuk mengatasi keterbatasan daya tampung SMP negeri di Makassar.
Saat ini Makassar hanya punya 55 buah SMP negeri dengan total daya tampung 13.696 siswa dari 428 rombongan belajar (rombel).
Sementara jumlah lulusan seluruh SD di Makassar lebih 20 ribu. Itu dari SD negeri, swasta, dan madrasah ibtidaiyah (MI).
Model Kerja Sama
Pemkot akan menawarkan skema kerja sama, seperti subsidi bagi sekolah swasta, atau minta sekolah swasta unggulan memberi ruang bagi anak-anak kurang mampu.
“Bisa kita titip di sekolah favorit. Saya akan bicarakan dengan pemilik sekolah. Tidak banyak, tapi anak-anak yang benar-benar tidak memiliki kemampuan,” kata Munafri.
“Contohnya, di Athirah atau Bosowa, lima sampai sepuluh orang bisa disekolahkan sampai tamat SMP,” sebut Munafri.
Dia menegaskan, “Prinsip utamanya adalah memastikan semua anak di Makassar bisa bersekolah.”
Tambah Rombel
Opsi lain yang Munafri siapkan adalah menambah rombel. Hanya saja langkah itu harus mendapat izin dari Kemendikdasmen.
“Jangan sampai penambahan kuota dilakukan tanpa izin pemerintah pusat karena bisa berdampak pada status peserta didik. Kita khawatir masalah ribuan anak yang tidak terdaftar dalam Dapodik kembali terulang,” kata Munafri, Rabu (8/7/2025).
Jika dapat izin, Pemkot berharap ada penambahan jumlah siswa dalam satu rombel, dari sebelumnya 32 menjadi 40 siswa.
“Kalau rata-rata kita bisa tambah 5 sampai 8 orang per rombel, akan memberikan penurunan yang sangat signifikan untuk jumlah anak yang bisa diterima,” kata Munafri.
Solusi Jangka Panjang
Untuk solusi jangka panjang, Munafri Arifuddin berencana menambah jumlah sekolah negeri.
Pemerintah Kota Makassar menurut Munafri akan mengalokasikan anggaran penambahan SMP tersebut melalui APBD Pokok 2026.
“Ini menjadi catatan penting ke depan untuk menambah kelas baru di tingkat SMP di Kota Makassar,” kata Munafri.
“Kita akan masukkan ini untuk menambah SMP di wilayah yang belum memiliki SMP,” lanjut Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin.
Buka 7 SMP
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Syarifuddin, menyampaikan, tahun depan akan melakukan pemetaan untuk pembukaan tujuh SMP negeri baru.
Sekolah-sekolah tersebut akan dibentuk melalui mekanisme regrouping atau penggabungan dengan SD negeri yang ada di wilayah masing-masing.
Rencana itu menurut Syarifuddin, fokus pada kawasan padat penduduk yang akses ke SMP masih terbatas.
“Kita akan mendirikan tujuh sekolah baru untuk menyangga sekolah yang jumlah pendaftarnya menumpuk. Tahun ini proses administrasinya kita tuntaskan, supaya tahun ajaran baru 2026 sudah bisa mulai menerima siswa,” urai Syarifuddin.
Pendirian sekolah baru ini tidak memerlukan pembangunan fisik besar karena akan memanfaatkan lahan dan gedung SD yang siswanya sedikit.
“Langkah ini lebih cepat dan efisien dibanding pembangunan sekolah baru yang membutuhkan biaya hingga puluhan miliar rupiah,” kata Syarifuddin. (ade)













