Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia itu, mengajak seluruh komponen masyarakat bahu – membahu memberantaskan buta aksara, karena ini merupakan amanat konsititusi kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur.
Bung Karno mencanangkan, pemberantasan buta huruf, bukan sebagai proyek atau program pemerintah, tetapi sebuah gerakan nasional. Gerakan bersama pemerintah dan masyarakat yang saat itu dilaksanakan di lebih dari 18 ribu tempat, melibatkan lebih dari 17 ribu guru dan lebih dari 700 ribu warga masyarakat.
Baca Juga :
Polisi Amankan Perempuan Pembawa 1,5 Kilogram Narkoba di Pelabuhan Bajoe
Berkat kerja keras dan usaha bersama serta bimbingan Tuhan Yang Maha Esa, gerakan nasional ini membuahkan hasil.
Indonesiayang pada awal kemerdekaan mayoritas rakyatnya buta aksara, namun setelah 74 tahun, telah berubah 180 derajat menjadi bangsa dengan mayoritas melek aksara, bangsa yang semakin literat, dan semakin maju.
Indonesia telah membuktikan keberhasilannya dengan mencapai prestasi melebihi target Education For AII atau pendidikan untuk semua, yang merupakan kesepakatan para menteri pendidikan di Dakar pada tahun 2000.
Indonesia berhasil mengurangi separuh jumlah penduduk buta aksara dari 10,20 persen (15,4 juta orang) pada tahun 2004, menjadi 5,02 persen (7,54 juta orang) pada tahun 2010.













