MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Mau jadi public speaking andal? Anugrah Media Buana (AMB) dan Leadership Marketing Institute menyelenggarakan Class Exclusive Public Speaking di Novotel Grand Shayla Hotel Makassar, Jl Chairil Anwar, Rabu (11/3/2020).
Penyelenggara menghadirkan Andrew Nugraha sebagai pemateri. Pembicara yang juga penulis kolom di salah satu media ini telah memberikan banyak pelatihan di berbagai bidang.
Kali ini, Andrew akan berbagi ilmu tentang strategi jitu menyampaikan visi dan arahan kepada tim, strategi mengkomunikasikan materi presentasi, baik kepada pimpinan maupun pelanggan.
Tak hanya itu, peserta juga diajar tips dan trik untuk tampil percaya diri dan berbicara tanpa grogi di hadapan orang lain.
Intonasi Dan Bahasa Tubuh
Seperti strategi mengatur kata-kata, intonasi dan bahasa tubuh yang tepat sehingga pesan yang ditangkap mudah dipahami.
Bahkan, strategi mempengaruhi dan mengarahkan orang lain tanpa memaksa, bagaimana memembuka sebuah pembicaraan yang bisa mengubah suasana dan keadan.
Peserta akan diberikan 30 persen teori dan 70 persen praktik, sehingga setelah diberikan materi, peserta akan mempraktikan materi yang diberikan.
Dalam paparannya, Andrew menyebut tiga poin yang berperan dalam Public Speaking. Yakni, pembukaan, isi, dan penutup.
Kuasai Audiens
Di antara tiga poin tersebut menurut Andrew, ada yang lebih penting. Yang terpenting yakni saat pembukaan karena saat itulah momen bagi audiens untuk mendengar pembicara.
“Isi dan closing juga penting, namun opening lebih penting. Karena di saat itulah momen untuk audiens dapat mendengarkan kita,” katanya.
Kalau Anda gagal membuka openning, lanjut Andrew, maka Anda tak dapat menguasai audien. Dan bisa saja, tak lagi didengarkan ketika sudah masuk pada pembahasan inti pembicaraan.
Buat Momen
Ia mengingatkan, ketika membuat opening, pembicara harus mampu membuat momen yang bisa dikenang dan diingat audiens.
“Ketika dapat menciptakan opening yang baik, yakinlah audiens akan mendengarkan hingga akhir,” katanya meyakinkan.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada saat berbicara depan umum harus berbeda dengan ketika berbicara di suasana yang lainnya.
“Apalagi memberikan sedikit ungkapan yang bisa membuat orang tertawa itu akan memberikan momen yang bisa diingat oleh audiens,” katanya. (har)













