BERITA TERKINIRAGAM INFO

Masyarakat Sulsel Punya Akar Budaya Literasi Kuat

×

Masyarakat Sulsel Punya Akar Budaya Literasi Kuat

Sebarkan artikel ini

“Mestinya, kegemaran membaca bisa lebih baik karena semua bahan bacaan sudah ada dalam genggaman. Dengan digitalisasi perpustakaan, sebenarnya sangat membantu kita mengakses bahan-bahan bacaan jauh lebih mudah. Digitalisasi buku-buku bertema lokal juga akan meningkatkan minat anak muda pada budaya daerah kita,” katanya.

Nur Akbar dari Komunitas Tombolo Pao memberikan pandangannya bahwa meski fitrah manusia sebagai makhluk pembelajar namun tidak semua orang menyadari manfaat membaca. Sehingga, perlu ada kesadaran diri dan strategi untuk mendekatkan masyarakat pada bahan-bahan bacaan.

Berita Terkait :
Peletak Dasar Literasi Ada Di Sekolah

Rusdin Tompo lalu berbagi cerita cara mendekatkan anak-anak sejak dini pada buku. Sejak kecil anak-anaknya diajak ke toko buku, ke perpustakaan atau taman baca komunitas. Bahkan, mengalokasikan sebagian honornya untuk membeli buku dan berlangganan koran, serta punya perpustakaan kecil di rumahnya.

Di sekolah, saat dia melakukan pendampingan minat bakat, kegiatannya berpusat di perpustakaan. Tujuannya, agar anak-anak terbiasa datang ke perpustakaan dan dekat dengan buku-buku.

Sebagai aktivis hak anak, beberapa metode yang digunakan untuk membangun kesadaran kritis anak dilakukan dengan memanfaatkan buku-buku di perpustakaan sekolah.

Rezky Amalia Syafiin, Duta Baca Sulawesi Selatan, 2018-2020, berbagi pengalaman selama menyandang amanah sebagai Duta Baca. Dia mengaku banyak diberi ruang dan akses untuk menjalankan tugasnya sebagai Duta Baca untuk mengembangkan kegemaran membaca dan membangun gerakan literasi di daerah ini.

Roadshow Pengembangan Kegemaran Membaca yang berlangsung dua hari ini dibuka Kepala DPK Sulawesi Selatan, Mohammad Hasan Sijaya, SH, MH. Pesertanya, pustakawan, komunitas penggiat literasi, dan simpul literasi digital binaan DPK Provinsi Sulawesi Selatan. (ere)

Tinggalkan Balasan