Abdullah Saidi menambahkan, masyarakat seharusnya sama-sama menahan diri agar tidak terjadi keributan menjelang pelaksanaan Pemilu tanggal 17 April mendatang. Sehingga, adanya upaya penghadangan terhadap salah satu Paslon, bisa memicu aksi-aksi serupa di lain daerah.
Sukron Romadhon, aktivis Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Pamekasan, menyayangkan adanya upaya pengadangan yang dilakukan pendukung Paslon nomor urut 02 saat kedatangan Ma’ruf Amin yang tujuannya untuk ziarah ke makam leluhurnya.
Baca Juga :
Ini Pengakuan Ngabalin Soal Pose Setengah Bugilnya
“Baru kali ini ada ulama diganggu hanya untuk ziarah ke makam leluhurnya. Tindakan ini tidak mencerminkan adab orang Madura, yang menjunjung tinggi martabat leluhurnya. Ini bisa merusak persaudaraan antar umat Islam di Madura,” kata Sukron.
Dosen IAIN Madura ini juga mengajak tokoh masyarakat, agar memberikan pendidikan politik yang santun dan menyejukkan. Sehingga, masyarakat semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan dalam politik.
Sebaliknya, tokoh masyarakat dan tokoh politik, jangan menjadi pemicu lahirnya ketegangan di tengah masyarakat. “Masyarakat Madura itu patuh, taat dan memuliakan ulama. Karakter ini perlu dijaga bersama, dan jangan dirusak hanya karena politik,” ungkapnya. (ian)













