MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Menyusul rilis peringatan dini BMKG Wilayah IV, Wali Kota Munafri Arifuddin menetapkan status Makassar siaga cuaca esktrem.
Pemerintah Kota mengambil keputusan tersebut, setelah rapat koordinasi lintas instansi membahas situasi cuaca terkini serta proyeksi kondisi ke depan berdasarkan data dan analisis BMKG.
Munafri mengatakan, penetapan status siaga merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat peningkatan curah hujan.
“Setelah rapat koordinasi untuk melihat kondisi cuaca yang terjadi sekarang dan ke depannya, kita sepakat bahwa hari ini, Kota Makassar berada pada tahapan siaga,” ujar Munafri Arifuddin.
Kajian Ilmiah
Ia menegaskan, pengambilan keputusan tersebut bukan berdasarkan asumsi, melainkan bersumber dari data ilmiah dan analisis resmi oleh BMKG.
Pemerintah Kota Makassar, kata dia, menjadikan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai dasar utama dalam menetapkan langkah kebencanaan.
“Hasil keputusan ini benar-benar dari data analisis teman-teman BMKG. Ini bukan keputusan sepihak, tetapi keputusan berbasis data dan kajian ilmiah,” tegasnya.
Dengan status siaga kebencanaan itu, Pemkot Makassar bersama unsur terkait dapat meningkatkan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dalam waktu dekat.
Munafri berharap, penetapan status siaga ini dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat Kota Makassar, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara mandiri, terutama dalam menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.
Mawas Diri
“Kami berharap masyarakat bisa melihat kondisi ini, memperhatikan keadaan yang ada, mawas diri, menjaga lingkungan, serta menjaga keluarga agar tingkat keselamatan kita semua bisa terjaga dengan baik,” imbuh Appi.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran drainase dan area sekitar permukiman, sebagai upaya meminimalisasi risiko genangan dan banjir.
Lebih lanjut, Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa penjelasan teknis terkait kondisi cuaca, potensi risiko, serta langkah mitigasi telah BMKG sampaikan secara lebih rinci agar masyarakat memperoleh pemahaman yang komprehensif.
“Sehingga penetapan status siaga ini, bisa dipahami secara utuh oleh masyarakat,” tutup Munafri.
Penjelasan BMKG
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengungkapkan berdasarkan hasil analisis BMKG, wilayah Kota Makassar dan sekitarnya akan mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan.
“Kami dari Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan pada bulan Januari hingga Februari, dengan akumulasi curah hujan mencapai di atas 400 milimeter dalam periode satu bulan,” kata Nasrol Adil, saat memberikan keterangan pers di media center Kantor Balai Kota, usai bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Senin (12/1/2026).
Dia menyampaikan itu, usai rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Hadir mendampingi Wali Kota Munafri, antara lain; Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Tahar.
Nasrol Adil menjelaskan, tingginya curah hujan tersebut berpotensi besar menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan genangan dan daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Selain itu, masyarakat pesisir juga hendaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang laut.
Bencana Hidrometeorologi
“Curah hujan yang tinggi ini memiliki potensi besar menimbulkan banjir dan longsor, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kota Makassar,” ujar Nasrol Adil.
Atas kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menetapkan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Kami sangat merekomendasikan adanya siaga darurat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang akan kita hadapi, baik pada bulan ini maupun hingga Februari mendatang,” tegas Nasrol.
Lebih lanjut, Nasrol menjelaskan bahwa secara regional saat ini terdapat sejumlah faktor atmosfer yang turut memengaruhi peningkatan intensitas hujan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.
“Secara regional, saat ini terdapat aktivitas gelombang Rossby serta pengaruh Monsun Asia yang memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah kita,” jelasnya.
Pantau Informasi BMKG
Oleh sebab itu, dari BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan secara resmi.
Serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan kawasan pesisir.
“Informasi cuaca dan iklim akan terus kami perbarui sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer,” pungkas Nasrol.
BMKG prakirakan, kondisi tersebut akan berlangsung hingga bulan Februari 2026 dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. ***













