MAKASSARCHANNEL, WATANSOPPENG – Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sulawesi Selatan melaksanakan Lokakarya Kepemimpinan Sekolah di Soppeng.
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 2 Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan 2 itu berlangsung di Aula SMAN 1 Kabupaten Soppeng.
Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng Muhammad Husni SPd MPd mewakili Kepala Dinas membuka kegiatan tersebut, Kamis (20/6/2024).
Kabid Pembinaan Ketenagaan Muhammad Husni ketika membuka acara tersebut mengatakan, kebijakan Kemdikbudristek melalui Program Sekolah Penggerak terasa sebagai intervensi positif yang sangat membantu
pemerintah daerah memajukan kualitas pendidikan.
Hadir pula dalam pembukaan tersebut memberi sambutan Rizaputra ST MAk mewakili Kepala BBGP Sulwesi Selatan.
Hadir 69 Peserta
Kacabdin Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Dr Settaraming Msi juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Hadir 69 orang peserta dari unsur Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah Penggerak dan Guru Komite Pembelajar bersama empat fasilitator.
Program Sekolah Penggerak merupakan program untuk mendorong proses transformasi satuan pendidikan agar dapat meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik secara holistik.
Baik baik dari aspek kompetensi kognitif (literasi dan numerasi), maupun non-kognitif (karakter) untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.
Pelajar Pancasila
Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.
Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, mulai SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
PSP merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program ini akan mengakselerasi sekolah negeri/ swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju.
Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak. ***













