Wagub juga berharap, runway Bandara Buntu Kunik bisa diperpanjang hingga 3200 meter.
“Kita butuh ekspansi dari 1900, menjadi runway 3200 meter. Dan Pemerintah Pusat membantu akses direct flight domestik maupun internasional, tanpa transit di Makassar. Jadi bisa mempersingkat penerbangan,” katanya.
Berita Terkait :
Sengatan Udang Windu Lampeso, Pemantik Nyali Wagub Sulsel Andi Sudirman (3)
Apalagi saat ini, pemerintah pusat tengah merancang program dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Subsidi penerbangan ini bisa dilakukan sebagai upaya PEN.
Sebagai informasi, Bandara Buntu Kunik Toraja sudah dapat melayani pesawat jenis ATR-72 sejak Agustus 2020, setelah sukses uji coba landasan pacu, 12 Agustus 2020 menggunakan pesawat Kalibrasi Hakwer 900 XP milik Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Bandara Buntu Kunik merupakan salah satu proyek yang masuk dalam RPJMN 2019-2024. Dibangun di atas tanah seluas 141 hektare dengan luas bangunan terminal 1000 meter persegi berkapasitas 150 orang. Taxiway 124,5 m x 15 m dan panjang apron 94,5 m x 67 m. Pembangunannya dilakukan secara multi years memanfaatkan biaya dari APBN. (her)













