MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Komisi X DPR menyoroti masih ada lima provinsi di Papua yang belum memiliki museum, karenanya butuh pemerataan fasilitas sejarah dan kebudayaan tersebut.
Anggota Komisi X DPR, La Tinro La Tunrung mengatakan belum ada museum di Papua. Padahal, wilayah itu memiliki kekayaan budaya dan situs bersejarah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
La Tinro mengemukakan hal ini pada Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Kementerian Kebudayaan, di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Agenda utama rapat ini adalah membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) Tahun Anggaran 2026.
Selain itu, program-program yang pendanaanya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) berdasarkan ketetapan kriteria teknis.
Ketimpangan
La Tinro menilai ketimpangan jumlah museum di Indonesia perlu segera diatasi, agar akses masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan lebih merata.
“Data yang kami dapatkan, museum di Indonesia kurang lebih ada 440. Dari jumlah itu, 262 dikelola oleh pemerintah, sebagian besar berada di Jawa,” kata mantan Bupati Enrekang, Sulawesi Selatan ini.
”Saya kira Papua perlu jadi prioritas untuk segera memiliki museum,” tegasnya.
Menurut La Tinro, museum tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya. Museum juga bisa menjadi sarana pendidikan generasi muda dan destinasi wisata yang berkontribusi pada perekonomian daerah.
Mengutip situs resmi DPR RI, dalam rapat itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyampaikan bahwa pagu indikatif Kemenbud untuk tahun 2026 mencapai Rp1,5 triliun.
Namun, berdasarkan kebutuhan program prioritas masih memerlukan tambahan sebesar Rp 4,28 triliun sehingga total kebutuhan anggaran mencapai Rp 5,7 triliun. ***













