MAKASSARCHANNEL – Televisi Pemerintah Iran mengumumkan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan besar-besaran terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan Israel.
Mengutip Telegraph, Minggu (1/3/2026), jenazah Khamenei ditemukan di reruntuhan bangunan penuh luka akibat pecahan peluru.
Jasad Ali Khamenei ditemukan setelah sejumlah serangan bom Sabtu siang menghancurkan kompleks kediamannya di Teheran.
Konfirmasi ini setelah beberapa jam Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei melalui akun media sosialnya.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati. Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” tulis Trump di akun media sosialnya Truth.
Israel dan AS melakukan 900 serangan dalam 12 jam terhadap pangkalan militer, situs nuklir, dan gedung-gedung pemerintah di seluruh Iran.
Serangan menggunakan pesawat F-35, F-22 , drone serang satu arah.
Saat mengumumkan kematian Khamenei, Presiden AS mengatakan bahwa banyak pasukan militer, keamanan, dan kepolisian Iran siap untuk meletakkan senjata mereka dan tunduk kepada AS.
40 Hari Berkabung
Sementara Al-Jazeera Minggu memberitakan setelah kematian Khamenei, otoritas Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari untuk kematian Khamenei.
Ali Khamenei memegang tampuk pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, setelah memimpin Revolusi Ayatollah Ruhollah Khomeini meninggal dunia.
Sebelum memegang mandat ini, Khamenei
adalah Presiden Iran.
Assembly of Experts atau Majelis Ahli, yakni lembaga yang secara konstitusional saat itu memilih Khamenei melanjutkan kepemimpinan Imam Khomeini.
Posisi Ali Khamenei berubah dari presiden menjadi Pemimpin Tertinggi yang memegang kendali bukan hanya urusan pemerintahan, tetapi juga arah politik negara. ***













