MAKASSARCHANNEL, PALOPO – Ketua RT/RW Takkalala Palopo mundur massal dan mengancam akan melakukan demo di DPRD Palopo.
Sejumlah ketua RT dan ketua RW Kelurahan Takkalala nyatakan sikap berhenti dari jabatannya saat pertemuan di Kantor Lurah Takkalala, Sabtu (31/8/2024) sore.
Mereka lakukan itu karena kecewa atas pernyataan anggota DPRD Palopo yang akan menghentikan pembayaran insentif RT/RW.
“Kami merasa sudah tidak dibutuhkan lagi sehingga kami menyatakan berhenti menjadi ketua RT/RW,” kata ketua RT 10 RW 2 Kelurahan Takkalala, Sopian Suri.
Karena itu, mereka kompak akan melakukan aksi demo saat pelantikan anggota DPRD Kota Palopo terpilih.
“Kami akan mengajak RT/RW se-Kota Palopo untuk menyatakan sikap yang sama terkait pemberhentian insentif RT/RW ini. Rencananya kami akan lakukan aksi di DPRD Palopo saat pelantikan anggota DPRD terpilih,” jelas Sopian.
Delapan Bulam Belum Terima Insentif
Selain penghentian insentif, kekesalan mereka lantaran selama 2024 insentif ketua RT/RW tidak pernah diberikan.
Insentif yang diterima Rp750 ribu per bulan dan dibayarkan per triwulan.
“Tapi, selama 2024 insentif RT/RW tidak pernah diberikan, jadi sudah delapan bulan kami tidak dibayar,” tambah Sopian.
Sementara, Lurah Takkalala Hamka mengaku tak dapat mencegah keputusan ketua RT/RW untuk berhenti dari jabatannya.
Menurut Hamka, kelurahan sangat membutuhkan RT/RW karena tanpa mereka kegiatan-kegiatan kelurahan tentu akan sulit berjalan.
“Terkait insentif mereka yang belum dibayar yah semoga bisa menjadi perhatian pemerintah, karena kasihan mereka sudah bekerja,” ujar Hamka.
Dia juga mengatakan tak dapat mencegah ketua RT/RW jika ingin lakukan aksi di Kantor DPRD Palopo. (ndi)













