BERITA TERKINIEDUKASI

Kepala BBGTK Sulsel Sarankan Sekolah Miliki Perpustakaan Digital

×

Kepala BBGTK Sulsel Sarankan Sekolah Miliki Perpustakaan Digital

Sebarkan artikel ini
Kepala BBGTK Sulsel sarankan sekolah miliki perpustakaan digital sebagai sumber belajar yang berperan penting majukan pendidikan

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kepala BBGTK Sulsel sarankan sekolah miliki perpustakaan digital sebagai sumber belajar dan informasi.

Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel Dr Arman Agung MPd menyarankan itu ketika membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Sekolah, Tenaga Administrasi Sekolah, Pustakawan, dan Laboran Sulsel.

Pelatihan berlangsung di Karebosi Primier Hotel Makassar, selama lima hari, mulai Senin (29/9/2025) hingga Jumat, 3 Oktober 2025.

Arman Agung menyampaikan usulan itu karena menilai peran perpustakaan sangat penting untuk kemajuan pendidikan.

Perpustakaan menurut Arman Agung merupakan ruang hidup untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menjaga mutu, alat, dan kelanjutan pendidikan. Apalagi minat baca makin redup.

Jantung Sekolah

“Perpustakaan itu jantung sekolah dan pustakawan adalah navigatornya,” lanjut Arman Agung.

Dia juga berpesan, agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi, tetapi mencipatakan ruang yang nyaman bagi pengunjung untuk meningkatkan pengetahuan.

Perpustakaan sekolah adalah unit kerja di lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai sumber belajar dan informasi untuk menunjang proses belajar mengajar, serta mengembangkan minat baca siswa.

Manfaat utamanya adalah membiasakan siswa belajar mandiri, memperkaya wawasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan menjadi sarana rekreasi pendidikan bagi seluruh warga sekolah.

Terkait tenaga administrasi sekolah, Arman Agung menjelaskan bahwa di era digital, tenaga administrasi bukan hanya bertugas menyimpan data tetapi memastikan data itu valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Setiap elemen Memiliki Fungsi

Arman Agung mengatakan juga bahwa setiap elemen di sekolah memiliki fungsi yang tak bisa dinafikan.

“Guru tak bisa maksimal tanpa dukungan yang lain seperti tenaga administrasi, pustakawan, dan tenaga laboratorium yang menjaga ilmu terapan,” kata Arman Agung.

Dia melanjutkan, “Ki Hajar bilang, setiap rumah nenjadi sekolah.”

Pendidikan adalah kerja kolektif. Tidak hanya bicara guru formal. Apalagi peningkatan kualitas pendidikan butuh sistem dan administrasi adalah urat nadi tata kelola pendidikan.

216 Peserta

Panitia penyelenggara Reza Putra ST MAk melaporkan, sebanyak 216 peserta dari seluruh kabupaten dan kota se Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan calon kepala tenaga kependidikan sekolah yang mampu beradaptasi dengan kemajuan.

Selama pelatihan, peserta akan menerima materi pendidikan dari sejumlah fasilitator nasional dan lokal dari eksternal dan internal BBGTK Sulsel dan eksternal.

Reza memperkenalkan masing-masing fasilitator kepada peserta pelatihan yang memadati Ballroom lantai enam hotel tersebut.

“Agar lebih mudah berkomunikasi,” katanya. ***

Tinggalkan Balasan