MAKASSARCHANNEL, PATTALLSSANG TAKALAR – Kasus pencemaran nama baik wartawan di Polres Takalar masuki tahap akhir yang melibatkan anggota DPRD Takalar.
Oknum anggota DPRD Takalar dari fraksi Keadilan Sejahtera, Ahmad Jais, diduga cemarkan nama baik profesi wartawan dan organisasi PWI.
Sebagai informasi, permasalahan ini berawal dari obrolan di media sosial facebook dan WhatsApp yang berujung di meja aparat penegak hukum.
Ketua PWI Perwakilan Takalar, Maggarisi Saiye telah membuat laporan bernomor: LP/318/VIII/2019/SPKT, tanggal 6 Agustus 2019.
Kepada media Maggarisi mengungkapkan, permasalahan tersebut menyangkut pribadi, dia tidak perlu melaporkan anggota dewan tersebut.
Nama Baik Organisasi
Tetapi karena ini menyangkut nama baik organisasi, maka itu dibuat laporan ke pihak berwajib. Apatah lagi, itu diputuskan dalam rapat organisasi.
Pelaporan, kata Maggarisi Saiye, penting dilakukan agar menjadi pembelajaran kepada masyarakat. Jika ada persoalan hukum maka percayakan kepada aparat penegak hukum, jangan main hakim sendiri.
SP2HP
Sehubungan dengan fotocopy SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) Nomor: B/399/X/2019/ Reskrim yang ditandatangani Kasat Reskrim, AKP Jufri Natsir, tertanggal 24 Oktober 2019 dan kini beredar luas di kalangan wartawan Takalar, Maggarisi Saiyye selaku pelapor, melalui telepon, Selasa (28/10/2019), membenarkan telah menerima SP2HP yang diantar salah seorang penyidik ke Sekretariat PWI Jl Wolter Mongonsidi Takalar, beberapa hari lalu.
Maggarisi Saiyye yang akrab disapa Tetta Nyau menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolres Takalar bersama jajarannya karena sangat memperhatikan kasus ini, sehingga dalam waktu dekat ini akan dilakukan gelar perkara.
Teta Nyau mengaku, sejak melaporkan kasus tersebut, dia sering mendapat pertanyaan dari banyak kalangan. Bukan hanya dari sesama anggota PWI dari daerah lain, tetapi juga wartawan dari organisasi lain.
Bahkan, masyarakat umum pun ikut menanyakan hl yang sama. Itu menunjukkan bahwa masyarakat juga peduli terhadap wartawan.
Menjawab pertanyaan MAKASSARCHANNEL.COM, pria berkumis tebal tertata rapi dan selalu tampilan rapi ini, dengan nada bercanda mengatakan, “Ini pertanyaan bagus.”
Profesi Mulia
Pertama, mengapa saya selalu tampil rapi? Itu karena profesi wartawan adalah profesi mulia sehingga penampilan tetap saya jaga. Bukan hanya dalam hal berpakian, tetapi juga tutur kata.
Kedua, saya selalu tampil rapi karena itu merupakan bentuk penghormatan saya terhadap narasumber. Dan selama puluhan tahun berprofesi sebagai wartawan, selalu rapi.
“Jadi intinya, jangan berharap masyarakat menghargai atau memuliakan profesi wartawan kalau kita sendiri tidak menghargai,” pungkas Nyau. (kin)













