MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kadis Pendidikan Makassar sebut perlu kolaborasi tumbuhkan budaya sekolah aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman SSTP MSi, mengaskan itu ketika melepas guru dan kepala sekolah yang mengikuti Program Sekolah RAMAH di Pusjar SKMP LAN Makassar.
“Saya bangga kepada seluruh peserta. Semoga apa yang kita mulai di sini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun pendidikan yang lebih baik,” ujar Achi Soleman, Kamis (28/8/2025).
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan Program Sekolah RAMAH di Pusjar SKMP LAN Makassar, para guru dan kepala sekolah itu kembali ke sekolah masing-masing.
Tampilkan Beragam Inovasi Pendidikan
Di hari terakhir kegiatan, guru dan kepala sekolah menampilkan beragam inovasi pendidikan dalam Pameran Sekolah RAMAH Angkatan I Tahun 2025.
Humas Pusjar SKMP LAN, Adekamwa, melalui rilis mengatakan, guru dan kepala sekolah itu dari jenjang pendidikan SD dan SMP terpilih se Kota Makassar.
Sejak puluk 10.00 Wita, 12 guru dan 12 kepala sekolah berkumpul di Ruang Siagian Pusjar SKMP LAN Makassar.
Mereka terlihat antusiasme sekaligus menunjukkan rasa haru, mengingat perjalanan Sekolah RAMAH ini telah berlangsung sejak Juni lalu.
Peserta telah menjalani sesi kelas, praktik lapangan di sekolah masing-masing. Puncaknya, pameran inovasi di Lobby Utama Pusjar SKMP LAN Makassar.
Apresiasi Pemkot Makassar
Kabag Umum Pusjar SKMP LAN Makassar, Zulchaidir SSos MPA, dalam sambutannya mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar atas dukungan terhadap Program Sekolah RAMAH.
Zulchaidir mengutip pesan Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr Muhammad Aswad MSi, yang menekankan, empat values RAMAH.
Yaitu responsif, adaptif, mandiri, dan harmonis harus benar-benar hidup dalam karakter sekolah.
“Dengan itu, kita bisa membangun lingkungan belajar yang bebas perundungan dan ramah bagi anak-anak,” kata Zulchaidir.
Semangat Guru Dan Kepala Sekolah
Pesan RAMAH itu terasa kuat, sejalan dengan semangat guru dan kepala sekolah melalui inovasi pendidikan dalam Pameran Sekolah RAMAH.
Di antaranya, dari Satgas RESOPA ANTI PERUNDUNGAN hingga aplikasi SI EMO, dari konsep SAPA RAMAH hingga inovasi GEMILANG.
Seluruh karya mencerminkan kepedulian sekolah terhadap perlindungan anak dan pembentukan iklim belajar yang positif.
Suasana pelepasan menjadi momen reflektif dengan muncul testimoni beberapa peserta Program Sekolah RAMAH.
Siap Hadapi Perubahan
“Kami berharap bisa menjadi contoh di sekolah masing-masing. Apa yang kami dapatkan di sini tidak berhenti sampai di Pusjar SKMP,” kata Tajuddin SPd Gr dari SMPN 49 Makassar.
Dia menambahkan, “Langkah konkret yang perlu dilakukan adalah membuat komitmen anti-perundungan dan mengintegrasikannya ke kokurikuler serta ekstrakurikuler.”
Guru SMPN 33 Makassar, Ilmal Satriani SPd, menyatakan pengalaman senada selama mengikuti Program Sekolah RAMAH.
Dia mengatakan, “Seperti kepingan puzzle yang selama ini saya tanyakan pada diri sendiri, saya temukan jawabannya di Program Sekolah RAMAH.”
Ilmal menambahkan, “Saya merasa lebih berarti sebagai guru dan lebih siap menghadapi perubahan.”
Dokumentasikan Aktivitas Sekolah
Kepala SMPN 49 Makassar, Ikhsan SPd MPd, menjelaskan inovasi timnya, Satgas RESOPA (Satuan Tugas Respon Cepat).
Satgas ini bertugas memantau dan menangani kasus perundungan di sekolah, mulai saat siswa datang, selama jam pelajaran dan waktu istirahat, hingga saat pulang. Semua dilakukan sesuai SOP yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa hal paling penting yang dipelajari selama Program Sekolah RAMAH adalah perlunya mendokumentasikan seluruh aktivitas sekolah.
Untuk memastikan gerakan anti-bullying berlanjut menjadi budaya, sekolah melakukan monitoring mingguan dan menandatangani pakta integritas sebagai komitmen melanjutkan program Sekolah RAMAH di lingkungan masing-masing.
Pelepasan ini menutup rangkaian Sekolah RAMAH Angkatan I Tahun 2025. Dengan semangat program yang tertanam, para guru dan kepala sekolah siap menyalakan perubahan nyata di sekolah masing-masing.
Wujudkan pendidikan yang bukan hanya mengajar, tetapi juga melindungi, memberdayakan, dan membangun anak-anak menjadi generasi yang aman, percaya diri, dan penuh empati. ***













